/
Senin, 16 Januari 2023 | 15:09 WIB
Tangkapan layar Presiden Jokowi. (YouTube Sekretariat Presiden)

Suara Sumatera - Presiden Jokowi memerintahkan agar para menterinya dapat membuat kebijakan yang cepat dalam merespons perubahan di dunia.

"Paling penting setiap perubahan yang ada di dunia harus kita respon dengan cepat, kebijakan-kebijakan yang kita lakukan juga dari membaca dengan cepat dinamika yang ada di dunia," kata Jokowi melansir Antara, Senin (16/1/2023).

Jokowi memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV tahun 2022 ada pada posisi 5,2 atau 5,3 persen.

"Jika kita melihat di sisi inflasi, kita dapat mengendalikan di angka 5,5 persen ini juga sebuah capaian yang sangat baik dan saya minta untuk juga terus dilanjutkan menekan inflasi ini," ujar Jokowi. 

Jokowi juga meminta Mendagri Tito Karnavian agar daerah-daerah dapat ikut bersama berpartisipasi dalam menekan inflasi sehingga bisa ditekan sekecil mungkin.

"Kemudian, pendapatan negara juga Alhamdullilah tumbuh 30,36 persen dan kita harapkan pada 2023 kita juga masih pada posisi tahun yang tidak mudah. Ini adalah tahun ujian bagi semua negara di dunia, karena tekanan geopolitik yang sangat tinggi, ekonomi dunia melemah utamanya negara besar seperti Uni Eropa, China, Amerika Serikat (AS), saya kira diperkirakan akan melemah semua," ungkapnya.

Padahal negara-negara tersebut adalah pasar ekspor Indonesia, sehingga Presiden meminta agar para menteri juga terus berhati-hati.

"Dan proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia juga menurun dari angka yang sebelumnya 2,9 turun, turun, dan turun lagi dan sekarang jadi diproyeksikan hanya 1,7 persen. Ini proyeksi dari Bank Dunia, sehingga ini menjadi tantangan bagi kita," jelasnya. 

Dirinya berharap ekspor maupun investasi di Indonesia dapat tumbuh lebih baik pada 2023.

Baca Juga: Perbandingan Realme 10 vs Redmi Note 11 Pro, Lebih Oke Mana Nih?

"Kemudian kita juga akan terus memperkuat hilirisasi karena ini akan memberikan dampak yang luas bagi kesempatan kerja bagi rakyat kita dan juga akan menambah devisa bagi negara," katanya. 

Load More