Suara Sumatera - Beredar kabar yang menyatakan vaksin booster Covid-19 yang kedua tak gratis alias harus membayar sejumlah uang.
Dalam narasinya di media sosial, masyarakat disebut harus membayar Rp100 ribu agar bisa disuntik vaksin booster kedua.
Klaim tersebut disampaikan sebuah akun Twitter dengan bernama @adhigunarifky. Adapun cuitannya sebagai berikut:
“Vaksin booster yg ke 2 harus bayar 100rb wkwkwk” demikian dikutip Selasa (14/2/2023).
Lalu benarkah klaim vaksin booster kedua harus membayar Rp100 ribu?
PENJELASAN
Setelah ditelusuri Turnbackhoax.id--jaringan Suara.com, klaim bahwa vaksin booster kedua harus membayar Rp100 ribu merupakan informasi salah.
Faktanya, Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes dr Siti Nadia Tarmizi menjelaskan program vaksinasi Covid-19 dosis keempat atau booster kedua gratis dan dilakukan secara bertahap.
Dilansir dari cnbcindonesia.com, dr Siti Nadia Tarmizi menjelaskan program vaksinasi Covid-19 dosis keempat atau booster kedua gratis dan dilakukan secara bertahap.
Dikutip dari website resmi Kementerian Kesehatan Indonesia sejak 24 Januari 2023 Kemenkes mengeluarkan kebijakan pemberian booster kedua bagi masyarakat umum usia 18 tahun ke atas.
Baca Juga: Panas Dituding Tak Transparan, China Desak Amerika Serikat Hentikan Politisasi Pandemi Covid-19
Vaksin booster tersebut gratis bagi seluruh masyarakat Indonesia. Adapun untuk vaksinasi berbayar, masih terus dikaji dan sifatnya vaksinasi pilihan. Kebijakan ini paling cepat akan diterapkan setelah masa transisi pandemi ke endemi berakhir.
Mengutip Liputan6.com dalam artikel “Bio Farma Yakin Harga Vaksin Covid-19 Tak Melebihi Rp150 Ribu” menjelaskan bahwa terkait rencana vaksin Covid-19 berbayar, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) membuka peluang hal ini ditujukan sebagai vaksinasi booster ketiga.
Rencana vaksin Covid-19 berbayar untuk booster tersebut disampaikan oleh Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes RI Siti Nadia Tarmizi. Persoalan vaksin Covid-19 berbayar pun masih dalam kajian.
KESIMPULAN
Berdasarkan penjelasan di atas, klaim vaksin booster kedua berbayar adalah salah dan termasuk dalam kategori konten yang menyesatkan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Cara Memakai Cushion agar Tidak Cakey, Ikuti 7 Langkah Ini
-
Bahaya Racun Makeup Viral: Tren Glowing yang Merusak Kulit Wajah
-
7 Cara Pakai AC Low Watt agar Kamar Cepat Dingin Tanpa Boros Listrik
-
Debut Film! Cha Si Yeon Resmi Bintangi Film Layar Lebar The Pinnacle
-
Jorge Messi Wafat, Sosok Penting di Balik Karier Lionel Messi
-
Hujan Ringan Diprediksi Mengguyur Pekanbaru dan Padang Hari Ini
-
Review Film The Ribbon Hero: Dongeng Klasik Tezuka dalam Balutan Modernitas
-
Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dilakukan Menyeluruh
-
MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah Bukan Rp300 Triliun, Ini Pertimbangannya
-
Cushion ESQA Oksidasi atau Tidak? Cek Kelebihan dan Review Pengguna sebelum Membeli