/
Selasa, 13 Juni 2023 | 17:17 WIB
Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY. ([Antara])

Suara Sumatera - Manuver Partai Demokrat yang mendekati kubu PDIP padahal lebih dari 10 tahun bersebrangan dinilai penggiat media sosial Valinka menyinggung partai tersebut lagi bikin gertakan baru.

Partai Demokrat telah mengusung Anies Baswedan sebagai calon presiden (capres) 2024, sedangkan PDIP memajukan Ganjar Pranowo.

Pertemuan kedua kubu itu terjadi dua hari setelah pernyataan Anies yang mengakui jika Demokrat dan PKS belum mengeluarkan modal dalam pengusungannya di Koalisi Perubahan.

Rudi Valinka menilai partai pimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) itu merasa tersinggung dan terbawa perasaan (baper).

Rudi Valinka mengingatkan sebuah pelajaran bagi Anies untuk tidak menyinggung pihak-pihak tertentu.

"Pelajaran buat Anies jangan pernah nyinggung2 Gengsi kalo si orang Kaya itu ternyata Kikir," tutupnya.

"Koalisi Baper : 2 hari setelah statement Anies keluar kalo Demokrat dan PKS cuma MOKONDO maka Demokrat tersinggung lgs buat gertakan baru," kata Rudi Valinka di Twitter, dikutip Senin (12/6/2023).

Manuver Demokrat menemui PDIP yang disebutnya sebagai partai penguasa.

"Buat kontak dengan 'partai Penguasa'," jelasnya.

Baca Juga: Ahli Hukum Tata Negara: RUU Kesehatan Jangan untuk Mendulang Keuntungan

Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Teuku Riefky Harsya, mengakui telah bertemu dengan Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto, di kawasan Blok M, Jakarta, pada Minggu (11/6/2023).

Dia mengaku tengah merencanakan pertemuan antara Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dengan Ketua DPP PDIP, Puan Maharani. Meski demikian, Riefky menegaskan, secara etika politik, partainya tetap mengedepankan kerja sama dengan Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) dalam pengusungan Anies Baswedan di Pilpres 2024.

"Walaupun Kami sangat antusias membicarakan rencana pertemuan Mba Puan dan Mas AHY, kami tetap menjaga etika politik dan saling menghormati posisi saat ini masing-masing partai terkait kontestasi Pilpres 2024," kata Riefky dalam keterangannya, Minggu (11/6/2023).

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Suara.com dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.

Load More