Suara Sumatera - Ketua Majelis Syuro Partai Ummat Amien Rais meminta Presiden Jokowi mengubah perilakunya dari yang haus kekuasaan menjadi hidup sederhana dan menerima takdir Allah Swt.
Dengan referensi budaya Jawa, Amien meminta Jokowi mengamalkan prinsip 'Nerimo ing Pandum', menerima keadaan secara apa adanya, tanpa memaksakan diri untuk melanggengkan kekuasaannya.
"Jabatan kepresidenannya tinggal 15 bulan lagi Presiden Jokowi masih melancarkan langkah-langkah politiknya yang kurang terpuji, mula-mula ingin menambah jabatan kepresidenannya satu periode lagi menjadi 3 periode. Alhamdulillah PDIP menentang secara frontal akal bulusnya itu," ujar Amien Rais.
Amien menduga ambisi itu masih ada sampai 3 bulan terakhir hingga benar-benar terpatahkan usai mendapatkan perlawanan masif dari masyarakat sipil.
"Menjadi mustahil terlaksana karena harus melewati Sidang Umum MPR RI yang cukup sulit terutama Megawati yang menjadikan Jokowi sebagai petugas partai menolak terhadap ambisi yang tidak kenal malu itu," tambahnya.
"Sudah 10 tahun jadi presiden masih belum puas 'urip sing prasojo, urip sak madyo, urip sing sumeleh' kira-kira artinya hiduplah sederhana yang tidak eksesif dan pasrah pada takdir Ilahi," jelasnya.
Amien tidak yakin Jokowi bisa meresapi nilai-nilai filosofis Jawa tersebut, karena sudah kepalang terjangkit penyakit serakah.
"Sayang sekali Pak Jokowi nampak kejangkitan penyakit serakah, tidak pandai bersyukur ke Allah Swt. Karir politiknya bagaikan meteor melesat ke atas. Belum puas, masih ingin menjalankan politik nista bernama cawe-cawe, dia sedang mengotori demokrasi kita," tambahnya.
Untuk menghentikan kerakusan ini, kata Amien, ia mendorong diadakannya gerakan people power untuk menghentikan kelakuan politik Jokowi.
Baca Juga: Terlihat Sepele, Ini Segudang Manfaat Jalan Kaki Setiap Hari Bagi Tubuh!
"Kelakuan politik Pak Jokowi yang sangat berbahaya ini harus dihentikan dengan people power yang damai, demokratis dan sepenuhnya konstitusional," jelasnya.
Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Suara.com dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
Tag
Berita Terkait
-
Rumput Stadion JIS Disoal, Ajang Jatuhkan Anies Baswedan Sekaligus Selamatkan Jokowi?
-
Ungkit Dinasti Jokowi hingga Korupsi BTS Johnny Plate, Emak-emak Demo di Sarinah: Negeri Ini Tak Sedang Baik-baik Saja!
-
Membaca Arah Dukungan Jokowi di Pilpres 2024: Lebih Pilih Prabowo Ketimbang Ganjar
-
Aksi Kritik Jokowi di Jakarta, Anak hingga Suami Puan Maharani Dibawa-bawa
-
Jokowi Panen Jagung di Food Estate Keerom Papua, Lihat Hasilnya Belum Puas
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026