Suara Sumatera - Nama pemimpin pasukan dayak Kalimantan, Panglima Jilah kembali menjadi bahasan publik. Setelaah datang langsung ke Bareskrim Polri guna melaporkan Rocky Gerung atas hinaan pada Joko Widodo (Jokowi).
Walaupun kepolisian telah menghentikan laporan terkait kasus ini karena dianggap tidak memenuhi syarat, namun muncul Panglima Jilah datang ke Bareskrim Polri karena tidak terima dengan Rocky Gerung menghina Jokowi.
Panglima Jilah adalah adalah pemimpin Pasukan Merah Tariu Borneo Bangkule Rajakng Dayak, yang lahir pada tahun 1980.
Nama aslinya Agustinus yang lahir di Toho, Desa Sambora, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat.
Sebagai anak pertama dari lima bersaudara, ia sering berkorban demi kebutuhan adik-adiknya.
Ayahnya adalah petani dengan penghasilan yang terbatas, namun keluarga Agustinus memiliki latar belakang keturunan panglima atau pangalangok semacam Garis keturunan yang membentuk jalan bagi Agustinus untuk menjadi pemimpin Pasukan Merah Dayak
Dalam komunitasnya, Panglima Jilah dikenal sebagai sosok yang disegani dan dikagumi. Dia menjadi simbol perjuangan masyarakat adat dalam memperjuangkan hak dan keadilan di tanah leluhurnya.
Panglima Jilah juga dikenal karena keterampilan khususnya, termasuk seni bela diri tradisional Dayak dengan ilmu kebal.
Tubuhnya yang bertato dengan gaya Dayak menambah aura penghormatan dan pengakuan terhadap dirinya.
Baca Juga: Timnas Indonesia U-23 Mulai TC di Jakarta Hari Ini, Persija Masih Belum Lepas Rizky Ridho
Sosoknya pernah viral karena keterlibatannya dengan Ida Dayak dalam penggunaan minyak asal Kalimantan untuk pengobatan.
Secara keseluruhan, Panglima Jilah adalah sosok yang menarik dengan latar belakang yang cukup kompleks.
Ia berhasil mendapat perhatian karena keterlibatannya dalam masalah publik terkait Rokcy Gerung.
Berita Terkait
-
Siapa Panglima Jilah yang Datang ke Bareskrim Ikut Laporkan Rocky Gerung?
-
Bukan Bajingan Tolol, Amien Rais Punya Istilah Lain Untuk Bela Rocky Gerung Kritik Jokowi
-
Ikut-ikutan Rocky Gerung, Jumhur Hidayat Sebut Omnibus Law Kebijakan Bajingan Tolol
-
Ustaz Yahya Waloni Ungkap Alasan Rocky Gerung Belum Mualaf Padahal Circle Muslim: Dia Punya Pegangan
-
Imbas 'Hina' Jokowi, Rumah Rocky Gerung Dilempari Telur Busuk hingga Pagar Dirusak
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
Terkini
-
Dinasti Politik Tak Lagi Vulgar Ala Orba, Kini Lebih Licin dan 'Main Cantik'
-
Pakar Sebut Hakim PN Jakpus Bisa Kabulkan Gugatan LCC Empat Pilar MPR, Jadi Terapi Kejut
-
KPK Didesak Segera Periksa Dirjen Bea Cukai Djaka Terkait Kasus Suap Blueray Cargo
-
Ray Rangkuti Sentil Mentalitas '5D' DPR: Datang, Duduk, Duit, dan Jadi Jubir Pemerintah
-
Dikenal Couple Goals, Vilmei Resmi Umumkan Putus dari Willie Salim Setelah 6 Tahun Bersama
-
Dorohedoro Season 3 Resmi Digarap, MV untuk Lagu Zettai MUST Danmen Dirilis
-
Harga Pangan Kian Meroket: Cabai Merah Besar Tembus Rp107 Ribu, Beras Ikut Naik
-
Arsenal Gagal Juara Liga Champions, Mikel Arteta Didesak Tendang Pemain Ini
-
Executive Talk: Strategi SiCepat Hadapi Tantangan Industri Logistik 2026
-
Daftar Majelis Hakim PN Jakpus yang Bakal Adili Gugatan LCC MPR, Ada Sosok Ummi Kusuma Putri