/
Kamis, 10 Agustus 2023 | 17:55 WIB
Panglima Jilah Dayak Kalimantan (Suara.com)

Suara Sumatera - Nama pemimpin pasukan dayak Kalimantan, Panglima Jilah kembali menjadi bahasan publik. Setelaah datang langsung ke Bareskrim Polri guna melaporkan Rocky Gerung atas hinaan pada Joko Widodo (Jokowi).

Walaupun kepolisian telah menghentikan laporan terkait kasus ini karena dianggap tidak memenuhi syarat, namun muncul Panglima Jilah datang ke Bareskrim Polri karena tidak terima dengan Rocky Gerung menghina Jokowi.

Panglima Jilah adalah adalah pemimpin Pasukan Merah Tariu Borneo Bangkule Rajakng Dayak, yang lahir pada tahun 1980.

Nama aslinya Agustinus yang lahir di Toho, Desa Sambora, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat.

Sebagai anak pertama dari lima bersaudara, ia sering berkorban demi kebutuhan adik-adiknya.

Ayahnya adalah petani dengan penghasilan yang terbatas, namun keluarga Agustinus memiliki latar belakang keturunan panglima atau pangalangok semacam Garis keturunan yang membentuk jalan bagi Agustinus untuk menjadi pemimpin Pasukan Merah Dayak

Dalam komunitasnya, Panglima Jilah dikenal sebagai sosok yang disegani dan dikagumi. Dia menjadi simbol perjuangan masyarakat adat dalam memperjuangkan hak dan keadilan di tanah leluhurnya.

Panglima Jilah juga dikenal karena keterampilan khususnya, termasuk seni bela diri tradisional Dayak dengan ilmu kebal.

Tubuhnya yang bertato dengan gaya Dayak menambah aura penghormatan dan pengakuan terhadap dirinya.

Baca Juga: Timnas Indonesia U-23 Mulai TC di Jakarta Hari Ini, Persija Masih Belum Lepas Rizky Ridho

Sosoknya pernah viral karena keterlibatannya dengan Ida Dayak dalam penggunaan minyak asal Kalimantan untuk pengobatan.

Secara keseluruhan, Panglima Jilah adalah sosok yang menarik dengan latar belakang yang cukup kompleks. 

Ia berhasil mendapat perhatian karena keterlibatannya dalam masalah publik terkait Rokcy Gerung.

Load More