Suara Sumatera - Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) merilis ada sembilan klub Liga 2 yang menunggak gaji pemain. Masing-masing klub memiliki jumlah tunggakan dan status penyelesaian yang berbeda.
Jika ditotal klub menunggak yang gaji mencapai Rp 5,4 miliar. Adapun sembilan klub itu Persiraja Banda Aceh, PSMS Medan, Semen Padang, PSPS Riau, PSKC Cimahi, Persikab Bandung, Persijap, Gresik United, dan Kalteng Putra.
APPI meminta kesembilan klub itu segera melunasi kewajiban sebelum dimulainya Liga 2 musim 2023/2024. APPI mengimbau kepada PSSI dan PT LIB agar mengawal dan menverifikasi klub-klub tersebut.
Manajemen PSMS Bantah Tunggak Gaji Pemain
Direktur Teknik PT Kinantan Medan Indonesia Andry Mahyar Matondang membantah adanya tunggakan pembayaran gaji pemain.
"Tidak ada tunggakan terhadap pemain PSMS Medan musim lalu," katanya dalam keterangan tertulis, Minggu (3/9/2023).
Andry menjelaskan bahwa saat Liga 2 musim lalu dihentikan karena force majeure (keadaan memaksa), pihaknya sudah mencapai kesepakatan dengan pemain yang ada.
"Saat Liga 2 dihentikan karena force majeure oleh PSSI dan PT LIB, kita bertemu dengan pemain dan lewat zoom, sudah disepakati soal penyelesaian gaji," ucapnya.
Kesepakatan antara manajemen dan pemain terjadi saat pembubaran tim PSMS di Liga 2 musim lalu. Pihaknya sudah menyampaikan di hadapan pemain hingga suporter yang hadir soal yang menjadi tawaran PSMS. Menurut Andry, saat itu dua pemain tersebut tidak berkomentar.
Baca Juga: Anies Baswedan Pilih Cak Imin Sebagai Cawapres, Gusdurian Blitar Ambil Sikap Tegas
"Semua pemain sepakat untuk tidak meminta PSMS membayarkan full gajinya. Sampai bulan itu lalu diberikan kompensasi dan tiket pulang bagi yang sudah datang," ungkapnya.
"Yang dua ini nggak mau, mereka maunya sampai selesai. Tapi saat rapat mereka tidak mengajukan itu, tapi setelahnya. Intinya mereka tidak sampaikan keberatan dalam rapat, jadi saat sudah disepakati, ternyata mereka berbeda maunya," sambungnya.
Dua pemain tersebut kemudian memperkarakan hal itu dan saat ini ditangani NDRC atau badan penyelesaian sengketa nasional. Tuntutannya, PSMS Medan harus membayarkan gaji dua pemain hingga akhir masa kontrak.
"Ada dua mantan pemain yang menuntut berbeda, saat ini perkaranya masih di NDRC. Mereka minta itu tidak sampai Rp 100 juta, bukan di atas Rp100 juta," jelasnya.
Menurut Andry, tuntutan tersebut merupakan suatu hal yang irasional. Pasalnya, pemain itu masih meminta pembayaran gaji hingga kontrak usai pada saat force majeure yang membuat Liga 2 dihentikan.
"Mereka minta gaji diselesaikan sampai akhir musim, kan irasional. Kemudian PSMS harus membayar mereka saat liga dihentikan karena force majeure," cetusnya.
"Kecuali PSMS terhenti di tengah jalan, masih ada sisa kontrak, itu wajib dibayarkan. Apalagi saat itu kita salah satu tim yang meminta Liga 2 dilanjutkan," katanya.
Menariknya lagi, kata Andry, satu dari dua pemain yang menuntut gaji hingga akhir musim langsung memperkuat klub Liga 1 pasca Liga 2 dihentikan. Menurutnya, hal itu membuat pemain tersebut tidak mendapatkan haknya lagi di PSMS.
"Salah satu pemain yang menuntut itu sudah langsung main di klub Liga 1, secara statuta pemain itu tidak mendapatkan haknya lagi," ungkapnya.
Andry menegaskan jika nanti keputusan NDRC dinilai merugikan manajemen PSMS Medan, pihaknya akan melakukan upaya hukum.
"Jadi kalau keputusan NDRC nanti merugikan kita, akan ada upaya hukum dari manajemen PSMS Medan," katanya.
Berita Terkait
-
Dua Pemain Asing Telah Merapat, PSMS Mau Pinjam Dua Pemain Liga 1
-
Butuh 2 Pemain Lagi, PSMS Medan Buru Striker dan Gelandang Serang
-
Sosok Matheus Souza, Pemain Asing PSMS Medan di Liga 2 Musim 2023/2024
-
Profil dan Biodata Adixi Lenzivio, Kiper dari Arema FC yang Kini Merapat ke PSMS Medan
-
Mantap Kali! Stadion Teladan Diizinkan Jadi Homebase PSMS Medan Liga 2 Musim 2023/2024
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 5 Rekomendasi Sepeda Lipat di Bawah 5 Juta yang Ringan dan Stylish, Mobilitas Semakin Nyaman
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Menjual Keranda di Malam Ganjil
-
Pohon Tumbang Tutup Jalan Malang-Kediri, BPBD Gerak Cepat
-
S&P Peringatkan Indonesia soal Tekanan Fiskal, Ada Risiko Penurunan Rating
-
Deretan Plot Twist Jelang Ending Drakor No Tail To Tell
-
Virgoun dan Lindi Fitriyana Pacaran Setahun Sebelum Menikah Hari Ini
-
Malaysia Dibantai Thailand 0-8, Indonesia Lolos ke Semifinal Piala AFF Futsal Wanita 2026
-
98 PHL Dishub Palembang Tiba-Tiba Dirumahkan Jelang Ramadhan, Apa Penyebabnya?
-
Jangankan Diundang, Inara Rusli Bahkan Tak Tahu Virgoun Menikah dengan Lindi Fitriyana
-
Widy Vierratale Punya Gaun Noni Belanda Kayak Istri Gubernur Kaltim, Bongkar Belinya di Mana
-
Lingkaran Setan Kekerasan di Balik Seragam: Mengapa Polisi Junior Terus Jadi Korban Senior?