/
Kamis, 21 September 2023 | 19:28 WIB
Dokumentasi - Seorang bocah meraih piring berisi tortilla dengan garam dan tomat matang. (REUTERS/JOSUE DECAVELE)

Suara Sumatera - Warga di Kecamatan Simuk, Pulau Simuk, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara (Sumut), mengalami krisis pangan

Penyebabnya adalah cuaca ekstrem di perairan Kepuluan Nias, sehingga kapal pengangkut logistik tidak berani berlayar.

Hal ini menyebabkan distribusi dan pasokan kebutuhan masyarakat mengalami penurunan drastis hingga kosong.

Camat Simuk Gentelman Bago mengatakan sudah beberapa pekan kapal pengangkut logistik tidak masuk ke Pulau Simuk, baik dari Teluk Dalam maupun dari Pulau Tello. Untuk sementara warga mengonsumsi sagu demi bertahan hidup.

"Disebabkan karena badai, angin kencang. Dalam keadaan ini masyarakat kekurangan pangan kurang lebih enam hari lalu terputusnya pasokan beras, roti dan bahan pangan lainnya yang ada di warung," katanya melansir Antara, Kamis (21/9/2023).  

"Sehingga masyarakat mengkonsumsi sagu," sambungnya. 

Penjabat Gubernur Sumut Hassanudin mengatakan pihaknya akan mengirim bantuan ke Pulau Simuk, yang mengalami krisis pangan.

"Mengenai perkembangan di Nias sudah kami konsultasikan, dalam waktu dekat akan kita beri bantuan," ujar Hassanudin.

Pihaknya akan berkoordinasi dengan pemangku kepentingan terkait untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang mengalami krisis pangan tersebut.

Baca Juga: Rafael Struick Kedapatan Sukai Foto Mantan Pacar Asnawi Mangkualam di Instagram

"Yang jelas kebutuhan pokok, sudah kita koordinasikan dengan OPD terkait. Kita akan koordinasikan semuanya," ucapnya. 

Selain itu, Hassanudin mengaku pihaknya juga akan mempertimbangkan moda transportasi yang bisa menghubungkan Pulau Simuk ke daerah di Sumut lainnya tanpa terkendala cuaca.

"Nanti kita koordinasikan tingkat atas. Sehingga masyarakat tidak terisolasi disana. Terima kasih, teman-teman terus monitor dan update beritanya," katanya. 

Load More