Suara Sumatera - PT KAI Divre I Sumut akan mengoperasikan KA Lokal Siantar Ekspres relasi Medan-Siantar (PP) sebanyak 4 perjalanan setiap harinya mulai 1 Oktober 2023.
Sebelumnya KA Lokal Siantar Ekspres hanya berjalan dua kali setiap harinya, yakni pukul 06.40 WIB dari Stasiun Siantar menuju Stasiun Medan dan pukul 12.05 WIB dari Stasiun Medan menuju Stasiun Siantar.
Setelah mengalami peningkatan pelayanan operasional, KA Lokal Siantar Ekspres akan menjadi 4 perjalanan setiap harinya atau perjalanan pergi pulang (PP). Berikut jadwal:
- U77 KA Siantar Ekspres keberangkatan Stasiun Siantar pukul 06.40 WIB dan tiba di Stasiun Medan pukul 09.42 WIB.
- U78A KA Siantar Ekspres keberangkatan Stasiun Medan pukul 11.45 WIB dan tiba di Stasiun Siantar pukul 14.38 WIB.
- U79F KA Siantar Ekspres keberangkatan Stasiun Siantar pukul 15.10 WIB dan tiba di Stasiun Medan pukul 18.22 WIB.
- U80F KA Siantar Ekspres keberangkatan Stasiun Medan pukul 20.35 WIB dan tiba di Stasiun Siantar pukul 23.17 WIB.
Anwar Solikhin, Manager Humas Divre I Sumut mengatakan adanya penambahan jadwal perjalanan KA Lokal Siantar Ekspres ini sebagai wujud komitmen KAI untuk terus meningkatkan pelayanan kepada pelanggan KA.
"Pelanggan KA setiap harinya beraktivitas Medan-Siantar atau sebaliknya menggunakan kereta api kini semakin banyak memiliki jadwal keberangkatan. Selain itu dengan ditambahnya perjalanan KA Siantar Ekspres ini juga untuk mendukung kemajuan pariwisata setempat," katanya melansir Antara.
KA Lokal Siantar Ekspres merupakan kereta api dengan rangkaian kelas ekonomi yang berkapasitas 318 penumpang, dengan okupansi penumpang sebanyak 120 persen.
KA Lokal dengan harga tiket Rp 22 ribu ini melayani naik turun penumpang di beberapa stasiun, antara lain Stasiun Medan-Bandar Khalipah-Batangkuis-Araskabu-Lubuk Pakam-Parbaungan-Rampah-Tebing Tinggi-Baja Linggei-Dolok Merangir-Siantar.
"Kami berharap dengan penambahan jadwal KA Lokal Siantar ini turut meningkatkan antusias masyarakat untuk menggunakan kereta api. Karena kereta api merupakan transportasi umum bebas macet, tepat waktu dan selalu mengutamakan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan penumpang," katanya.
Baca Juga: Duel PSMS Medan vs PSDS Deli Serdang, Joko Susilo: 3 Poin Harga Mati
Berita Terkait
-
Mau Nostalgia Ada Pedagang Asongan di Kereta Api, Naik KA Relasi Ini
-
Harga Tiket Kereta Ekonomi New Generation yang Resmi Diluncurkan KAI
-
KA Jayabaya Ekonomi Kini Serasa Kelas Eksekutif, Harga Tiketnya Berapa?
-
Siap-siap! Mulai Tanggal 26 September KA Jayabaya Tak Lagi Pakai Kursi Tegak
-
Hendak ke Warung, Seorang Pria Tewas Mengenaskan Tersambar Kereta di Cengkareng
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- 5 Sepeda Lipat yang Ringan Digowes dan Ngebut di Tanjakan
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
Tok! OJK Bekukan Izin Underwriter UOB Kay Hian Sekuritas, Buntut Skandal IPO REAL
-
Sempat Dikira Kain Popok, Begini Cerita Fatmawati Saat Pertama Kali Terima Bahan Bendera Pusaka
-
Pekerja BRI Insurance Galang Dana Mandiri demi Bencana Sumatra
-
Liam Rosenior Tuduh Arsenal Tak Hormati Chelsea, Mikel Arteta Bantah Keras
-
Mensos Gus Ipul: Digitalisasi Bansos Signifikan Tekan Kesalahan Data
-
Kemensos Rehabilitasi 7 PMI Korban TPPO di Turki
-
Sulis Jadi Simbol Perempuan Muslim Berdaya Fatayat NU
-
WN China Tersangka Kasus Tambang Emas Kabur, Ditangkap Imigrasi di Entikong
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
Soroti Kematian Bocah SD di NTT, Hasto PDIP: Bangunlah Jiwanya, Tapi Anak Tak Bisa Beli Pena