SuaraSumedang.Id - Jenazah Brigadir J baru-baru ini dilakukan autopsi setelah tewas tertembak.
Ajudan eks Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo itu menjadi korban pembunuhan berencana oleh seniornya sendiri.
Diketahui, dokter forensik, Ade Firmansyah yang memimpin autopsi ulang terhadap jenazah Brigadir J membuka fakta baru.
Terbaru, dia menjawab kabar yang menyebut jari Brigadir J putus akibat penyiksaan.
Berdasarkan hasil autopsi yang dilakukannya, ajudan Ferdy Sambo tersebut disebutkan jika luka yang ada pada anggota tubuhnya akibat tersambar peluru tembakan.
"Itu adalah arah alur lintasan anak peluru, jelas sekali peluru keluar mengenai jarinya. Jadi itu memang alur lintasan, kalau bahasa awamnya mungkin tersambar ya seperti itu," kata Ade. Dilansir dari Suara.com.
Ade menjelaskan bahwa luka itu berada di jari kelingking dan jari manis di tangan kiri.
"Ada dua, di jari kelingking sama jari manis kiri," katanya.
Ade mengaku tidak dapat menjelaskan apakah luka di jari itu akibat Brigadir J berusaha melindungi kepalanya saat akan ditembak.
Baca Juga: Wisuda Brigadir J akan Diwakilkan sang Ayah, Almarhum Ajudan Ferdy Sambo Raih Gelar Sarjana Hukum
"Kalau melindungi diri atau enggak, saya enggak tahu. Tapi memang sesuai analisa kami terkait anak lintasan anak peluru itu juga memang sesuai dengan arahan lintasannya ketika keluar dari tubuh tersebut," ujar Ade.
Tidak hanya itu, berdasarkan hasil autopsi yang dia lakukan bersama tim dokter forensik, ia juga mematahkan kabar soal kuku Brigadir J dicopot, termasuk temuan luka lebam di tubuhnya.
"Enggak. Enggak (ada) kuku dicabut, enggak sama sekali," ujarnya.
Lebih lanjut, Ade menegaskan bahwa seluruh luka yang ditemukan di tubuh Brigadir J akibat luka tembak.
Berita Terkait
-
Wisuda Brigadir J akan Diwakilkan sang Ayah, Almarhum Ajudan Ferdy Sambo Raih Gelar Sarjana Hukum
-
Ini Alasan Pengacara Brigadir J Desak Bareskrim segera Menahan Istri Ferdy Sambo
-
Jerry Siagian Ditahan di Mako Brimob, Diduga Terlibat Kasus Pembunuhan Berencana Brigadir J
-
Ferdy Sambo Ditembak Saat Berusaha Kabur dari Mako Brimob? Simak Faktanya
-
Fadil Imran Sempat Peluk Ferdy Sambo, Mahfud MD Sebut Kapolda Metro Jaya Kena Kibulan Mantan Kadiv Propam Polri
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Pasokan Semen Aceh Tertekan, SIG Perkuat Pabrik dan Distribusi
-
Karhutla 200 Hektare di OKI Belum Sepenuhnya Padam, Tim Kejar Ekor Api
-
Bukan Sekadar Jumpscare, Aghniny Haque Ungkap Horor Berbeda di "Bisikan Desa Gringsing"
-
Tak Berkutik! WN Nigeria Pembunuh Yonkeu Ferdinand di Pasar Baru Ditangkap 15 Menit Setelah Kejadian
-
Siasat Licik dari Karawang: Ribuan Liter Miras Cukai Fotokopi Tercegat di Bakauheni
-
Kang Edai, Penjaga Adaptasi Perubahan Iklim dari Desa Kemiren
-
PDIP Tergusur Gerindra? Dari Kamar Indekos Bung Karno, Hasto Kirim Pesan Menohok
-
Makna yang Tertinggal di Atas Kanvas
-
Jakarta Sodorkan Dua Lapangan Latihan FIFA ASEAN Cup 2026, Tak Ada JIS
-
Dosen Ilmu Komunikasi UPNVJ Edukasi Siswa SD tentang Cerdas Bermedia di Era Digital