SuaraSumedang.id – Sebagian orang belum menyadari dampak dari duduk terlalu lama mempunyai efek negatif bagi tubuh, satu di antaranya kematian.
Hal itu seringkali dialami oleh orang yang bekerja di kantor, setiap hari berada di depan laptop maupun komputer.
Posisi duduk yang terlalu lama mempunyai dampak buruk bagi kesehatan dan bisa menimbulkan beberapa penyakit kronis.
Seperti dilansir dari suara.com Kamis (25/08/2022), hal ini berisiko mengalami gluteal amnesia yang juga dikenal sebagai sindrom pantat mati rasa (dead butt syndrome).
Efek dari lamanya posisi duduk sempat dibahas oleh Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Prof. dr. Zubairi Djurban, Sp.PD. melalui akun twitter pribadinya.
Kematian yang diakibatkan duduk terlalu lama sudah dijelaskan dalam sebuah studi di Simon Fraser University yang dipublikasikan di JAMA Cardiology.
Selain itu, kondisi kematian karena duduk ini juga telah diteliti di berbagai studi lainnya.
Dalam studi, dikatakan orang yang duduk 6 hingga 8 jam sehari dapat berisiko mengidap penyakit jantung dan kematian sekitar 12 sampai 13 persen.
Bahkan jika duduk yang dilakukan 8 jam kondisi risiko kematian meningkat menjadi 20 persen.
Baca Juga: Dua Maling Tertangkap Basah Masuk Rumah di Karimun, Beruntung Tak Diamuk Warga
Meskipun demikian, Prof. Zubairi mengungkapkan kondisi duduk yang dimaksud adalah tanpa adanya aktivitas fisik lain.
“Studi bilang, orang yang menghabiskan 6 hingga 8 jam per hari untuk duduk memiliki peningkatan risiko kematian dini dan penyakit jantung sebesar 12 hingga 13 persen,” kata Zubairi
“Kalau 8 jam per hari bahkan memiliki risiko 20 persen lebih tinggi,” tulis Zubairi di akun Twitter pribadinya, Rabu (24/8/2022).
“Lebih dari 100 ribu orang yang tinggal di 21 negara berbeda selama 11 tahun. Didapati bahwa kombinasi duduk lama dan tidak aktif secara fisik sangat berbahaya,” ucapnya.
Prof. Zubairi juga menyamakan kondisi duduk yang lama ini sama dengan para perokok, karena angka orang yang meninggal yang disebabkan kebiasaan duduk lama dengan perokok tidak jauh berbeda.
Orang yang duduk tanpa adanya aktivitas fisik lainnya mencapai angka kematian sebesar 8,8 pesen, sementara untuk para perokok sendiri mencapai 10,6 persen.
Berita Terkait
-
Wanita Jangan Berlebihan Saat Konsumsi Kopi Ada Dampak Negatif Bagi Kalian
-
Park Se Young Jadi Dokter Kesehatan Mental, Ini 3 Fakta Karakternya!
-
Tidak Hanya Risiko Kematian Dini, Duduk Lebih dari 9 Sehari Meningkatkan Berbagai Penyakit
-
5 Khasiat Madu Mentah untuk Kesehatan, Tak Kalah dengan yang Sudah Dipasteurisasi
-
Alami Mati Suri, Anak 3 Tahun Ini Akhirnya Meninggal akibat Pembengkakan Otak
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah
-
PERADI Profesional Dikukuhkan, Bawa Standar Baru Profesi Advokat
-
Tinggal di Kawasan Industri, Warga Pasirranji Justru Sulit Dapat Air Layak Konsumsi
-
Megawati Terima Utusan Presiden Korsel, Bahas Perdamaian Semenanjung Korea?
-
Ketika Gaji Hanya Singgah, Anak Muda Makin Belajar Menjaga Nilai Uang
-
Mantan Ketua KPPU Soroti Denda Rp 755 Miliar untuk Pinjol, Sebut Ada Kekeliruan Fundamental
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Sinopsis My Dearest Assassin, Film Thailand Penuh Aksi dan Romansa yang Tayang di Netflix
-
Suasana Hangat Warnai Kunjungan Rajiv ke SLB Lembang, Bantuan PIP hingga Kursi Roda Disalurkan
-
Modus Pijat dan Doktrin Patuh Guru, Cara Keji Kiai Ashari Berkali-kali Cabuli Santriwati