/
Kamis, 22 September 2022 | 17:24 WIB
Petugas memilih bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di SPBU. (Suara.com/Alfian Winanto)

SuaraSumedang.id – Kenaikan harga BBM membuat publik mengeluh dengan pemakain jenis Pertalite. Pasalnya setelah mengalami kenaikan, BBM Pertalite memiliki penurunan kualitas dan semakin boros.

Adanya keresahan terkait dengan kualitas BBM jenis Pertalite ini ramai menjadi perbincangan terutama di media sosial Twitter.

“Keluhan pengguna BBM Pertalite akhir-akhir ini, nggak cuman pengemudi mobil, pengendara motor pun punya keluhan yang sama, bensin jadi lebih cepat habis meskipun jarak yang ditempuh kendaraan tetap sama, bahkan bensin berkurang (menguap?) saat kendaraan nggak dipakai,” tulis warganet Twitter.

Tak sedikit warganet yang membahas soal perbedaan kualitas BBM jenis Pertalite pada sebelum kenaikan dan setelah adanya kenaikan harga BBM.

“Sama bang di tempat saya gitu buat ngojek mesin jadi brebet, saya pikir pertalite sekarang kayak pertalite pas harga premium dulu di tempat saya ada pertalite dijual harga premium yang bikin banyak motor rusak karena rupanya lebih kotor daripada pertalite harga normal,” tambah akun warganet di Twitter.

Hingga berita ini ditayangkan dalam satu jam terakhir, cuitan mengenai 'BBM' mencapai sekira 860 Tweet, sedangkan kata 'BBM naik' sudah 120 Tweet dalam satu jam terakhir.

“Sama loh, sebelum naik saya isi sekitar 2,6 liter rumah-kantor bisa habis 5-6 hari, karena jarak dekat. Sekarang kok cepet banget nguapnya, paling 4-5 hari udah isi bensin lagi dengan jarak yang sama,” imbuh salah satu warganet.

Lantas, benarkah BBM jenis Pertalite menjadi lebih boros dan memiliki kualitas yang lebih buruk daripada sebelumnya? 

Himbauan dari Pertamina

Baca Juga: Sosok Purnawirawan Berpangkat Irjen Ini Mengaku Heran dengan Karir Ferdy Sambo: Pandai Menjilat dan Cari Muka

PT Pertamina (Persero) menegaskan bahwa kualitas bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite (RON 90) tidak berubah.

“Batasan dalam spesifikasi Dirjen Migas yang menunjukkan tingkat penguapan pada suhu kamar di antaranya adalah parameter Reid Vapour Pressure (RVP),” kata Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Irto Ginting dalam keterangan tertulis, Rabu (21/9/2022).

BBM jenis Pertalite dipasarkan melalui lembaga penyalur resmi yang ada di Indonesia. Hal tersebut juga sudah sesuai dengan Keputusan Dirjen Migas Nomor 0486.K/10/DJM.S/2017.

Membahas tentang Standar dan Mutu (Spesifikasi) Bahan Bakar Minyak Jenis Bensin 90 yang Dipasarkan di Dalam Negeri.

“Saat ini hasil uji RVP dari Pertalite yang disalurkan dari Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Pertamina masih dalam batasan yang diizinkan, yaitu dalam rentang 45-69 kPa (Kilopascal),” ujar Irto Ginting.

Tidak hanya itu, PT Pertamina juga menjamin seluruh produk BBM yang telah disalurkan melalui lembaga penyalur resmi seperti SPBU dan Pertashop sudah sesuai dengan spesifikasi dan sudah melalui pengawasan kualitas yang ketat. 

Load More