SUARA SUMEDANG - Pertemuan Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto hanya berlangsung satu jam di Puri Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Pertemuan mereka berlangsung mulai pukul 19.00 WIB-pukul 20.00 WIB, kemudian dilanjutkan dengan konferensi pers tanpa dihadiri SBY.
Putra sulung SBY, sekaligus Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyebut, dalam pertemuan yang singkat Airlangga menyempatkan diri melihat karya-karya lukisan SBY.
"Tadi di Perpustakaan Cikeas kami berdiskusi, dan tentunya ini menunjukkan sebuah inisiatif, yang baik antara dua partai yang memiliki kedaulatan, dan independensi," kata AHY.
Menurutnya, Partai Golkar dan Partai Demokrat tidak putus menjalin kerja sama dari waktu ke waktu terlebih pada saat SBY menjabat sebagai presiden di tahun 2004-2014.
Sementara itu, Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto mengatakan, partainya dengan Partai Demokrat sepakat bahwa konsep Pemilihan Umum (Pemilu) bulan the winner take it all atau yang menang mengambil segalanya.
"Ke depan, Partai Golkar dan Demokrat sepakat bahwa Pemilu itu bukan the winner take it all, tapi kami ingin Indonesia raya," kata Airlangga, Sabtu (29/4/2023).
Menurut Airlangga, konsep the winner take it all merupakan budaya kebaratan yang diterapkan oleh Amerika Serikat dan tidak sesuai Pancasila.
"Kita bukan seperti di Amerika, demokrasi yang ke barat-baratan itu demokrasi yang the winner take it all, sedangkan kita demokrasi Pancasila. Jadi, siapapun yang menang mari kita sama-sama membangun negeri," kata Airlangga.
Baca Juga: Nikita Mirzani Nangis Sesenggukan Ditinggal Kabur Suami Sirinya Antonio Dedola
Di samping itu, Ketua Umum Partai Demokrat AHY dan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga mengaku sepakat untuk tidak ada eksploitasi politik identitas di Pemilu 2023.
Partai Demokrat, kata AHY akan menentang keras berbagai gerakan radikal yang berpotensi menghancurkan persatuan di Indonesia.
Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga mengaku ingin terwujudnya pesta politik yang bahagia di Indonesia, dengan tidak saling memecah-belah satu sama lain. (*/ANTARA)
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Dapat Status Pegawai BUMN, Apa Saja Tugas Manajer Koperasi Merah Putih?
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Terkini
-
Wow! Naik Kereta 15 Menit di Piala Dunia 2026, Suporter Inggris Wajib Bayar Rp2 Juta
-
Korupsi Kepala Daerah Tak Melulu karena Biaya Politik, KPK Ungkap Motif Pribadi hingga THR
-
Iran: Damai Boleh, Perang Lagi Gak Masalah, AS-Israel Akan Merugi!
-
Sinopsis Deep Revenge, Drama Jepang Dibintangi Hori Miona dan Iijima Hiroki
-
Gas Ikut Naik! Harga LPG Nonsubsidi Melonjak di Tengah Kenaikan BBM
-
Healing Asyik di Waduk Karangkates: Surga Spot Santai di Malang
-
Viral Perempuan Berhijab Sandera Karyawan PS Store Medan, Todong Pakai Golok hingga Buat Pingsan
-
Donald Trump Disulap Jadi Minion! Iran Olok-olok AS Tak Bisa Buka Selat Hormuz
-
Evaluasi WFH ASN di Jakarta, Pramono Anung: Kemacetan Turun Drastis
-
Apa Itu Termul? Disindir Jusuf Kalla saat Ungkap Jokowi Jadi Presiden karena Bantuannya