/
Rabu, 14 Juni 2023 | 13:05 WIB
Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir membuka sosialisasi Desa Tangguh Bencana (Destana) di Desa Padasari, Kecamatan Cimalaka, Sumedang. (Pemkab Sumedang)

SUARA SUMEDANG - Desa Tangguh Bencana (Destana) merupakan sosialisasi dan sebuah upaya untuk mitigasi bencana di wilayah desa.

Hal ini dikarenakan, Kabupaten Sumedang menurut Pusat  Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) berpotensi mengalami gerakan tanah dan ancaman bencana longsor.

Sosialisasi ini digelar di Desa Padasari, Kecamatan Cimalaka, yang mana Kecamatan Cimalaka termasuk satu dari 26 wilayah yang berpotensi mengalami gerakan tanah.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) Sumedang, Atang Setiawan mengatakan gelaran kegiatan ini sekaligus memberikan materi tentang mitigasi bencana.

Kegiatan digelar selama dua hari dengan pemberian materi dan simulasi serta pelatihan di lapangan.

“Hari pertama kami berikan materi, di hari kedua (14/6/2023) akan dipraktekan cara membuat sekat bakar,” kata Atang.

Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir mengatakan kegiatan ini untuk meningkatkan kapasitas Destana agar masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana bisa memahami berkaitan dengan penyebab bencana.

Kata Dony, kegiatan ini diperlukan untuk mengantisipasi serta mengurangi resiko bencana dengan pengetahuan yang diberikan oleh pakar di bidang kebencanaan.

“Sehingga masyarakat di Desa Padasari ini memahami bagaimana caranya memitigasi, cara mencegah bencana dan mengatasinya,” ucap Dony.

Baca Juga: 599 KPM di Sumedang Selatan Terima Bantuan Beras dari Badan Pangan Nasional

Lebih lanjut, Dony mengatakan saat ini sudah memasuki musim kemarau, ditambah dengan adanya fenomena El Nino yang berdampak pada berkurangnya curah hujan.

Dony juga meminta petugas untuk memperketat masyarakat yang hendak naik ke Gunung Tampomas, agar jangan sampai membawa korek api dan sejenisnya untuk mencegah kebakaran hutan.

“Diprediksi El Nino ini cukup panjang, biasanya terjadi bencana kebakaran. Apalagi Desa Padasari terletak di kaki gunung Tampomas,” kata Dony.

“Dengan pelatihan ini diharapkan masyarakat bisa mengatasi jika terjadi kebakaran dalam rangka mengurangi resiko bencana dan siap siaga ketika ada bencana,” sambungnya. (*)

Load More