Banjir yang melanda sebagian besar wilayah Aceh Utara ini disebabkan karena tanggul sungai yang jebol akibat luapan sungai Kerto.
Banjir diperparah akibat curah hujan yang cukup tinggi mengguyur daerah sekitar.
Dalam video amatir merekam derasnya aliran sungai Kerto yang mengalir sampai ke pemukiman warga. Arus air bahkan menyeret sebuah rumah warga hingga ke badan jalan.
Banjir merendam Jalan Nasional Banda Aceh Medan di Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara yang membuat daerah ini terisolir karena sulitnya akses.
Banjir ini menyebabkan 52 ribu jiwa terdampak dan lebih dari 39 ribu jiwa mengungsi.
Beberapa fasilitas umum ikut terendam banjir seperti masjid, sekolah, kantor polisi, puskesmas yang menyebabkan aktivitas warga menjadi terhambat.
Kondisi banjir mulai surut tapi masih ada beberapa daerah yang masih tergenang.
Akan tetapi daerah Lhoksukon masih terendam banjir yang awalnya berada pada ketinggian 2 meter hingga 2,5 meter menjadi 30 cm.
Ada beberapa desa yang akses jalannya sudah surut tapi untuk perumahan warga masih tergenang jadi masih banyak warga yang mengungsi.
Baca Juga: Denny Darko Sebut Lesti Kejora Tak Maafkan Rizky Billar 100 Persen: Dendam Berdampingan dengan Maaf
Jalan dapat diakses meskipun warga masih mengalami kesulitan akibat ruas jalan yang sebagian masih digenangi air setinggi 20 cm.
Pemerintah Aceh Utara menetapkan status siaga bencana. Pemerintah setempat sudah menyalurkan sejumlah bantuan untuk para warga yang terdampak banjir.
Akan tetapi ada keluhan di masyarakat dimana bantuan tersebut tidak mencukup dengan jumlah warga yang terdampak.
Warga mengharapkan bantuan dari donatur luar untuk bisa memenuhi kebutuhannya sehari-hari sembari menunggu banjir surut.
Sementara itu korban banjir mulai mendatangi posko kesehatan karena mereka mulai terserang beberapa penyakit seperti kutu air, demam hingga batuk.
Pemerintah Aceh Utara mengharapkan pemerintah pusat ikut memikirkan bagaimana Aceh Utara bebas banjir dan tidak hanya membicarakan soal tanggul.
Seharusnya ada skema yang dapat membuat air tetap bisa mengalir dari hulu ke hilir tanpa menyebabkan banjir yang semakin parah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Pemutihan Pajak Kendaraan Jakarta 2026, Denda Dihapus hingga 31 Agustus
-
Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir
-
Review Sepatu Lari Carbon Plate Lokal: Worth It Nggak Buat Pelari Pemula, Cuma Lari 5 KM?
-
Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk
-
Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa
-
Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu
-
Liburan Berubah Jadi Duka, Bocah 7 Tahun Meninggal Usai Bermain di Waterpark Ketapang
-
12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang
-
ASN Depok Dilarang Live Medsos Selama Jam Kerja, Melanggar Bisa Kena Sanksi Disiplin
-
Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati