Pelecehan Seksual merupakan motif awal yang tersiar pada saat Kasus Polisi Tembak Polisi merebak. Putri Candrawathi, istri Irjen Pol Ferdy Sambo melaporkan mendiang Brigadir J telah melakukan pelecehan seksual terhadap dirinya. Namun laporan ini telah resmi dihentikan oleh kepolisian, dikarenakan tidak ada bukti bahwa telah terjadi peristiwa pidana sebagaimana yang dilaporkan.
Terkini, Putri bahkan sudah ditetapkan menjadi tersangka yang ikut merencanakan pembunuhan Brigadir J. Namun sebuah akun Tiktok @kabarmiring mengunggah video yang berisikan tulisan detail lengkap pelecehan seksual yang terjadi terhadap Putri, yang diceritakan dilakukan oleh Brigadir J secara paksa di Magelang. Berikut tulisan yang ada di dalam video tersebut.
Tulisan Dalam Video Tiktok @kabarmiring
Peristiwa di Magelang akhirnya terungkap langsung dari Putri Candrawathi, ia menyebut Brigadir J telah melakukan sesuatu yang tak bisa dimaafkan oleh suaminya, yakni pelecehan seksual. Dirinya menyebut Yoshua saat masuk ke dalam kamarnya di lantai dua lalu melucuti pakaiannya. Meski begitu, Putri sendiri masih belum konsisten memberikan keterangan. Putri mengubah-ubah keterangannya kepada polisi. Disebutkan, Putri kala itu mengaku ga enak badan. Ia kemudian menonton TV ditemani ART bernama Susi dan para ajudannya, RR, RE, Joshua dan sopir keluarga Kuat Ma'ruf.
Tiga hari sesuai kejadian di ruang televisi, jelang Maghrib, Putri memerintahkan RR dan RE mengantarkan makanan ke para pengajar sekolah anaknya di SMA Taruna, yang berjarak 3km dari rumah Sambo di Cempaka Residence. Yoshua, Kuat dan Susi berada di rumah. Putri masih agak meriang. Kuat meminta Susi menemani Putri di kamarnya yang berada di lantai dua. Selang beberapa menit, Kuat pergi ke teras untuk merokok. Namun, Kuat melihat Joshua berjalan mengendap-endap dari lantai dua menuju kamarnya Putri. Sontak Kuat mengejar Joshua. Akan tetapi tak jelas apa yang dilakukan, Joshua dari lantai dua rumah hingga menyebabkan Putri terduduk lemas di toilet.
Kuat sontak menggedor toilet sambil berteriak "woi, yosua, sedang apa kau?". Yosua berlari ke arah dapur. "Bisa saya jelaskan Om, bisa saya jelaskan" Yosua menjawab. Kuat tetap mengejar Yosua yang berlari ke depan rumah, kata sumber. Meski begitu, Putri juga mengubah-ubah keterangannya kepada Polisi, mengenai apa yang dilakukan Yoshua kepadanya di dalam kamar. Awalnya Putri mengaku dilecehkan Yoshua dikamarnya. Saat diperiksa untuk kedua kali, Putri mengatakan Joshua mendadak masuk ke kamar, lalu melucuti pakaiannya. Saat menjawab pertanyaan nomor 11 dari penyidik, Putri mengatakan ia berbaring di kasur ketika Yosua masuk ke kamar dan duduk diujung tempat tidur, tepat dibawah kakinya. Setelah itu keduanya berkontak fisik, kata salah satu sumber.
Cerita dari video tiktok diatas, diunggah dalam akun instagram @lambe_danu_official99 , dan mendapat banyak reaksi negatif dari warganet.
Akun @detergenmahabersih berkomentar "dia sadar ga sih bentuknya kayak apa, kok PD banget". Lalu akun @eldtanan berkomentar "kebalik kali buu, jangan-jangan situ yang mengendap2 ke kamar almarhum, almarhum menolak, si ibu balik memfitnah". Dan yang cukup menjadi perhatian, komentar dari akun @arfiana89 "susi mana susi, ayoo sus kamu buka suara, yang bener gimana sus". Susi yang dimaksud adalah ART yang ada di dalam cerita, yang sampai saat ini belum pernah terdengar namanya dalam penyidikan.
Berita ini fakta atau hoax, jika dikaitkan dengan Kasus Brigadir J, belum bisa dipastikan. Karena belum ada sumber yang tertulis dengan jelas dari pihak kepolisian. Hingga saat ini, berita ini hanya sesuai dengan unggahan akun tiktok tersebut beserta akun instagram yang mengunggah ulang, namun tidak ada penjelasan tentang kebenarannya.
Tag
Berita Terkait
-
CEK FAKTA: Bagian 3, Bukan Korban! Terbukti Putri Candrawathi Ternyata Tersangka Perencana Pembunuhan Brigadir J
-
CEK FAKTA: Bagian 2, Putri Candrawathi Jadi Tersangka, LPSK Tarik Omongan tentang Gangguan Jiwa Putri
-
CEK FAKTA: Bagian 1, Terbukti Kata Pakar Hukum, Putri Candrawathi Malah Jadi Tersangka Pembunuhan Brigadir J
-
CEK FAKTA: Putri Candrawathi Mengidap Gangguan Jiwa, kata LPSK. Kamarudin Komentar, "Pura-pura itu"
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Setelan Ganas Honda NSF250RW Tantang Gelombang Panas Eropa, Kans Ramadhipa Rajai Moto3 Magny-Cours
-
The Black Lizard: Duel Kecerdasan Detektif dan Ratu Kriminal yang Menegangkan
-
Prabowo Sebut Cak Imin, Dasco dan Bahlil 3 Kancil Politik: Kalau Mereka Kumpul Repot Kita!
-
Nekat Tembak Paha Korban Lalu Kabur ke Lampung, Duo Maling Motor Matraman Ciut di Tangan Polisi
-
6 Cara Mengatasi Blush On Ketebalan dan Terlalu Menor, Tak Khawatir Merusak Makeup
-
Derita Selisih Stock Opname Toko, saat Karyawan Jadi Samsak Omelan Bos
-
Fairuz Al Rafiq & Sonny Septian Terapkan Pola Asuh Mereka di Film Anak-Anak Bambu
-
Pakar Soroti Dugaan Keterkaitan Eks Jampidsus, Dorong KPK Ambil Alih
-
Menkeu Ancam Kejar Peserta Tax Amnesty Bandel, PPATK Ikut Telusuri Dana Masuk
-
Penghitungan Kerugian Negara Disorot, BPKP Diminta Evaluasi Metode Audit