Psikolog Anak Roslina Verauli, M.Psi, Psi membuat profil psikologis atas karakter tokoh dalam serial kartun Doraemon yang legendaris. Dosen Fakultas Psikologi Universitas Tarumana negara tersebut mengungkapkan bahwa profil psikologis yang ia buat bedasarkan data sekunder yang diperoleh melalui media internet dan film.
Verauli menuliskan profil psikologis empat tokoh utama, yakni Nobita, Shizuka, Suneo dan Giant. Doraemon meskipun sebagai tokoh paling utama tidak dimasukkan sebagai tinjauan, diduga karena bukanlah manusia. Verauli membedah karakter tokoh anak, disesuaikan dengan dirinya yang seorang Psikolog Anak.
Verauli pun sempat membuat survey yang dituliskannya terhadap #sahabatVerauli melalui akun instagram pribadinya @verauli.id. Survey tersebut mempertanyakan "Dari empat anak dalam film Doraemon, siapa yang paling bermasalah secara psikologis?". Respon mayoritas respon menjawab Nobita dengan persentase 47%. Kemudian Suneo 29%, Giant 22% dan Shizuka 2%.
Berikut profil psikologis salah satu tokoh di dalam kartun Doraemon, yakni Nobita menurut Psikolog Anak Verauli.
PROFIL PSIKOLOGIS : NOBITA
Verauli menuliskan, secara fisik, tampilan Nobita khas usianya. Ia diduga mengalami gangguan siklus tidur yang membuatnya mengantuk dan tidur di kala siang, namun terjaga di tengah malam. Pada aspek fisik-motorik, Nobita ceroboh dan gerakannya pun lambat. Sukar baginya melakukan aktivitas olahraga yang melibatkan motorik kasar serta keseimbangan. Ia juga ceroboh dalam menulis. Kualitas gambar dan tulisannya, yang melibatkan aspek motorik halus, persepsi visual, serta koordinasi visual-motor tak terlalu baik. Khas anak di usia lebih kecil.
Secara kognitif (aktivitas mental), Nobita anak yang kreatif dan punya banyak ide. Imajinasinya berkembang dengan baik. Menggambarkan kecerdasan yang juga memadai. Hanya saja, ia mudah teralih dan sukar berkonsentrasi. Sukar baginya bertahan belajar, bahkan kerap menghindar dari kegiatan yang membutuhkan usaha mental. Ia juga senang berkhayal atau 'day dreaming'. Kecenderungan tersebut tampil dalam berbagai 'setting', baik saat belajar di sekolah, rumah dan bermain. Gejala yang umum ditemukan pada anak dengan gangguan atensi konsentrasi atau ADHD.
Secara emosional, Nobita cenderung immature alias kekanakan. Ia mudah menyerah dan gampang frustasi saat menemukan kesulitan. Ia juga dependen dan butuh dibantu. Secara umum, Nobita cukup sensitif secara emosional. Ia mudah iba dan kasihan pada orang lain.
Penghayatan Nobita tentang dirinya saat ini cenderung negatif. Ia mudah cemas dan tak percaya diri. Ia senang menghindar dari tugas dan kewajiban.
Sukar bagi Nobita mengikuti figur otorita dan menampilkan perilaku yang tepat sesuai tuntutan lingkungan. Ia cenderung menampilkan respon pasif-agresif, dalam bentuk kejahilan terhadap figur otorita, seperti ibunya, maupun dalam pertemanan.
Baca Juga: Musim Pancaroba, Musim Mudah Terkena Penyakit, Cek Cara Antisipasinya!
Sayang, profil dan kebutuhan tumbuh kembang Nobita tidak dipahami oleh lingkungan, terutama orangtua maupun guru. Nobita dering memperoleh hukuman terkait profilnya serta terlibat konflik dengan sekitarnya. Nobita cenderung manipulatif, dalam memperoleh apa yang diinginkan. Ia juga kerap menghindari tugas dan kewajiban.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
Latihan Gabungan, Kapal Selam Rusia hingga Korvet Gromky bersandar di Jakarta
-
Siapa Egi Fazri? Viral karena Merasa Mirip Vidi Aldiano
-
Detik-detik Gugurnya Praka Farizal di Lebanon, Terkena Serangan Mortir saat Salat Isya
-
Rumah Praka Farizal Dipenuhi Karangan Bunga Dukacita
-
Prabowo Berduka Atas Gugurnya Tiga Prajurit TNI di Lebanon
-
Kawal Program Prioritas Nasional, Wamendagri: IPDN Konsisten Hasilkan Kader Pemerintahan Kompeten
-
Okupansi Tembus 154 Persen, KAI Catat 4,9 Juta Penumpang di Lebaran 2026
-
Jangan Terlena Konflik Timur Tengah, Ada Bom Waktu di Laut Cina Selatan, RI Bisa Kena Getahnya
-
Selat Hormuz Ditutup, Laptop Dibuka: Apakah WFH Solusi Penghematan BBM Nasional?
-
Ratusan Elemen Sipil Teken Petisi, Desak Kasus Andrie Yunus Tak Diadili di Militer!