Korps Lalulintas Kepolisian Republik Indonesia (Korlantas Polri) Mengusulkan kepada pemerintah daerah untuk mengusulkan penghapusan bea balik nama kendaraan bermotor (BBN2).
Selain itu Korlantas juga meminta Pemda untuk menghapus pajak progresif bagi mereka yang mempunyai kendaraan lebih dari satu.
Penghapusan kedua pajak kendaraan itu dimaksudkan untuk menertibkan data kepemilikan kendaraan dan menstimulus masyarakat agar semakin patuh untuk membayar pajak. Karena
berdasarkan data, tingkat kepatuhan masyarakat se-Indonesia hampir 50% lebih para wajib pajak itu lost atau tidak bayar pajak.
"Kami usulkan agar balik nama ini dihilangkan. Kenapa dihilangkan? Biar masyarakat ini mau semua bayar pajak,” kata Direktur Registrasi Dan Identifikasi, Brigjen Pol. Yusri Yunus dikutip laman Humas Mabes Polri Minggu (9/10/2022).
Menurut Yusri, dari data yang diperoleh salah satu alasan orang tidak membayar pajak itu dikarenakan pembeli kendaraan bekas tidak mengganti identitas kepemilikan nama kendaraan. Lantaran biaya bea balik nama kendaraan bermotor dianggap masih mahal.
Sementara, terkait penghapusan pajak Progresif Yusri menyebut, masih banyaknya pemilik asli yang memakai nama orang lain., guna menghindari pajak progresif. Bahkan, kata dia ada pemilik kendaraan yang menggunakan nama perusahaan agar menghindari pajak.
"Pajak untuk PT itu kecil sekali, rugi negara ini. Makanya kita usulkan pajak progresif dihilangkan saja sudah, biar orang yang punya mobil banyak itu senang, enggak usah pakai nama PT lagi cuma takut aja bayar pajak progresif,” kata mantan Kadiv Humas Polda Metro Jaya itu.
Diungkapkan, jika usulan Korlantas Polri kepada gubernur hingga bupati ini juga dimaksudkan untuk meningkatkan pendapatan daerah.Tentunya dari peningkatan pendapatan itu timbal baliknya adalah fasilitas publik akan dapat maksimal yang diberikan oleh pemerintah kepada masyarakat.
Baca Juga: Pengacara Rizky Billar, Adek Erfi Manurung Angkat Bicara Bantah Lesti Kejora
"Pajak memang bukan urusan Polisi, tapi kami bersinergi disana, terutama soal data,” ungkapnya.
Terkait data kendaraan , Yusri menjelaskan jika saat ini memang ada perbedaan jumlah kendaraan bermotor antara Kepolisian, PT Jasa Raharja dan Kemendagri. Ia menilai hal itu terjadi
karena pemilik kendaraan tidak melaporkan keadaan kepemilikan kendaraannya.
"Misalnya, kendaraanya hilang, sudah rusak dan atau tidak bayar pajak sehingga datanya terhapus, semua kendaraan bermotor yang terdaftar ke polisi itu datanya masih ada, datanya lengkap,” terangnya.
Lebih lanjut dikatakan, perbedaan data kendaraan itu mempengaruhi pada data kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak. Oleh karenanya, berharap masalah data ini bisa disamakan.
"Kami sedang mengatur single data untuk menyatukan dan menyamakan semua data,” pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Gedung Bapenda DKI Membara, Api Diduga Berasal dari Lantai 11 yang Tengah Direnovasi
-
Sepeda MTB Pacific Tranzline Berapa Harganya? Ini Seri, Spesifikasi dan Kelebihannya
-
Life After Whale: Perpaduan Ilustrasi Spektakuler dan Sains yang Memikat
-
Hutama Karya Raih 3 Gold Bintang 4, Program Sosial hingga Lingkungan Jadi Sorotan
-
Sering 'Pecah Kongsi', Haruskah Jabatan Wakil Kepala Daerah Dihapus? Ini Kata Pakar UGM
-
Susah Baca Resep Dokter? Sekarang AI Bisa Menerjemahkannya dalam Hitungkan Detik!
-
5 Cara Mengatasi Bibir Makin Menghitam Akibat Sering Pakai Lipstik
-
Dilema Infrastruktur: Mengapa Akumulasi Kuota Data Bisa Memicu Kenaikan Harga Paket Internet?
-
Daftar Shio yang Paling Beruntung dan Kaya Mendadak Tahun Ini
-
Digosipkan Pecat Maverick Vinales, KTM Bakal Dibenci Pembalap MotoGP?