"Piala Dunia meruntuhkan penghalang budaya. Anda pergi ke Piala Dunia dan merasakan kebahagiaan saat melihat orang-orang dari seluruh dunia – dari semua agama, tingkat pendidikan, dan latar belakang" – Dunga, Brazil.
Begitulah kira-kira yang diungkapkan Carlos Caetano Bledorn Verry atau yang akrab disapa Dunga, mantan gelandang bertahan sekaligus legenda timnas Brazil mengenai arti Piala Dunia bagi dirinya.
Pemain kelahiran 31 Oktober 1963 itu mengatakan bahwa Piala Dunia FIFA melalui kekuatan sepak bola akan menyatukan orang-orang untuk melintasi perbatasan, bersatu, dan merayakan bersama.
“Football Unites the World akan menjadi gerakan global untuk menginspirasi, bersatu, dan berkembang melalui sepak bola. FIFA Legends telah membagikan kisah mereka tentang bagaimana sepak bola menyatukana negara mereka masing-masing selama waktu yang tidak pasti. Kami meminta Dunga untuk melihat kembali hari-harinya bermain,” kata FIFA.
Setelah pertama kali menemukana keajaiban di Piala Dunia selama musim panas 1970, Dunga telah menjadi penggemar berat kompetisi ini sejak saat itu pula. “Piala Dunia meruntuhkan hambatan budaya,” kata dia.
“Anda pergi ke Piala Dunia dan merasakan kebahagiaan di sana saat melihat orang-orang dari seluruh dunia dari semua agama, tingkat pendidikan, dan latar belakang. Di lapangan, semuanya dikesampingkan,” tambah mantan pelatih Brasil yang pernah mengantarkan Negeri Samba itu memegang kendali Selecao dari 2006 hingga 2010.
“Anda melupakan yang lainnya dan hanya mengagumi tontonan itu. Saya pikir itu adalah salah satu hal positif terbesa tentang Piala Dunia. Sepak bola menyatukan semua orang,” kata dia.
Saat diminta untuk menggambarkan kekuatan Brazil pada saat itu dalam satu kata, mantan pemain Fiorentina itu mengatakan bahwa pada waktu itu ia merasa sedang dalam suasana hati yang baik. “Kepercayaan diri, ketekunan, disiplin, dan bakat pemain Brasil. Kami merasa sangat siap oleh staf pelatih dan kami yakin akan terus maju,” katanya.
Dunga sendiri membuat 57 tekel dan menyelesaikan 692 operan sepanjang di AS pada tahun 1994, dua rekor perhitungan dalam satu edisi yang bertahan hingga hari ini.
Baca Juga: Christiano Ronaldo Kembali Cetak Rekor Dunia! Pemain Pertama yang Cetak Gol di Lima Piala Dunia
“Angka-angka itu menggarisbawahi warisan yang ditinggalkan oleh generasi kita,” dia tersenyum. "Ketika saya melihat angka-angka itu hari ini, mereka membuat saya lebih bahagia daripada saat saya menjadi pemain, karena hari ini saya dapat memikirkannya secara berbeda dan melihatnya dari sudut pandang yang berbeda."
Sementara itu, juara Piala Dunia dimiliki oleh negara atau tim-tim tertentu yang di mana ada peran seorang kapten di belakangnya. Ban kapten yang mereka pakai di lengannya membuat mereka terus bekerja keras untuk mengarahkan tim menuju kemenangan.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Maut di Jalur Punggung Naga: Perjuangan Dramatis Evakuasi Jenazah dari Tebing Gunung Piramid
-
Sungai Cileungsi Tercemar Limbah, Kualitas Air Lampaui Baku Mutu
-
Review Lucky: Bertabur Bintang, Sayangnya Naskah Terlalu Dangkal Dinikmati
-
Skema Pembiayaan Mobil Listrik Viral Wuling Aira ev
-
Dalih Geopolitik Jadi Alasan Pemerintah Lihat Ekonomi RI Tumbuh Melambat
-
Misi Satelit Lampung-1: Saat Mata AI di Luar Angkasa Kawal Ladang Singkong
-
Singapura Gunakan Teknologi Juara Piala Dunia DemI Jegal Timnas Indonesia
-
CBDK Gelontorkan Rp250 Miliar untuk Buyback Saham, Laba Semester I 2026 Melonjak 225 Persen
-
Hari Pramuka Diperingati Tanggal Berapa? Simak Sejarah Lengkapnya
-
Implementasi Aspal Buton Masuk Tahap Pelaksanaan, Industri Konstruksi Siapkan Dukungan Teknologi