TANTRUM - Penyakit menular yang disebabkan oleh kuman yang bernama mycrobacterium tuberculosis ini bernama Tuberkulosis atau dikenal TB.
Sebagian orang mengira TB hanya menyerang organ paru, padahal TB bisa menjangkit ke seluruh organ tubuh, seperti tulang, usus, kelenjar, selaput otak, dan lain-lain. Namun yang terbanyak di paru.
Menurut dokter bagian Pulmonologi Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Arto Yuwono, penularan TB dimulai dari kuman yang berasal dari orang yang sakit TB dan terisap oleh orang lain.
Satu orang penderita TB bisa menularkan kepada 10-15 orang setiap tahunnya.
“Secara teori TB sangat menular, karena kuman TB hinggap di percikan air ludah terkecil yang keluar dari mulut ketika berbicara, bersin, batuk, atau ketika sedang membuang ludah. Karena ukurannya sangat kecil dan ringan maka akan tahan lama terbang di udara dan terhirup manusia,” ujar Arto dalam keterangannya dicuplik dari rshs.or.id, Bandung, Rabu, 18 Mei 2021.
Arto menjelaskan setiap tahun, sebanyak 9,4 juta kasus baru TB aktif dan 1,7 juta kematian terkait TB dilaporkan secara global. Di Indonesia penderita TB berada pada peringkat lima dunia.
Tingkat kematiannya cukup banyak. Menurut data tahun 2009 di Indonesia tercatat 528.063 kasus TB baru, dan 565.614 kasus lama dengan kematian 91.369 orang. Gejala TB bisa dibagi dua.
"Gejala sistematis yakni gejala yang ada pada seluruh TB dimanapun kuman TB itu hinggap, demam yang tidak terlalu tinggi dengan siklus turun naik, berat badan turun, nafsu makan merosot, dan merasa tidak sehat. Selanjutnya adalah gejala organik yakni gejala tergantung dimana organnya terkena TB. Misalnya di paru, gejalanya batuk, kelenjar bentol-bentol, usus diare, meningitis seperti tidak sadarkan diri dan lainnya," beber Arto.
Arto menegaskan menerapkan pola hidup sehat menjadi faktor terpenting untuk mencegah penularan TB. Seperti misalnya makan yang teratur, istirahat yang cukup, tidak melakukan perilaku menyimpang dan rajin olah raga.
Tak kalah penting menjaga orang disekitar kita agar tetap sehat. Jika melihat keluarga atau orang disekitar kita mengalami gejala-gejala TB, seperti salah satunya yang paling terlihat mengalami batuk 2-3 minggu segera sarankan untuk berobat.
Karena jika benar orang tersebut sakit TB maka dengan begitu kita membiarkan dia menularkan TB kepada keluarga kita atau orang-orang disekitar kita.
“Hindari kontak TB seminimal mungkin dengan penderita TB. Kuman dalam TB jika diobati penularannya akan berkurang 10 persen dalam 2 minggu, dan setelah dua bulan tidak akan menular lagi. Di RSHS juga penanganannya sudah memenuhi standar PPIT (Pencegahan Penularan Infeksi TB), dengan ruangan yang memadai dilengkapi sarana prasarana yang baik, sehingga tidak akan terjadi penularan kepada pasien lain dan petugas di RSHS,” jelas Arto.
Yang terakhir, perhatikan etika batuk untuk menghindari penularan penyakit. Jika kita batuk tutup oleh tangan menggunakan tisu, atau masker ketika kita sakit influenza apapun.
Jika saat itu sedang tidak ada tisu atau masker, tutup batuk dengan cara arahkan batuk ke lengan atas kiri atau kanan kita.
Tag
Berita Terkait
-
4 Smartphone 1 TB Paling Worth It 2026, Spek Dewa dengan Storage Raksasa
-
4 HP Kapasitas 1 TB Paling Murah di Konter Terdekat, Simpan Ribuan Foto Tanpa Takut Penuh
-
Mayjen Purn TB Hasanuddin: Berantas Begal Itu Bukan Tugas TNI Tapi Polisi
-
5 WNI Termasuk Jurnalis Ditangkap Israel, TB Hasanuddin: Negara Harus Gerak Cepat!
-
Soal Pembubaran Nobar 'Pesta Babi', TB Hasanuddin: Tidak Ada Bukti Film Itu Melanggar UU
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
- PT Blueray Cargo Milik Siapa? Perusahaan Logistik yang Seret Raffi Ahmad dalam Kasus Suap Importasi
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Banyak Keluarga Melakukannya, Merencanakan Akhir Hayat Kini Jadi Bagian dari Financial Planning
-
Dari Live Shopping ke PayLater, Begini Cara Generasi Digital Berbelanja Sekarang
-
Siap-Siap Merinding Sekaligus Ngakak, Film Dukun Magang Tampilkan Kuntilanak Hitam
-
Jelajah Tri: Dari Benteng Kuto Besak hingga Ampera, Palembang Makin Terkoneksi di Era Digital
-
Curhat Ratu Sofya, Belum Terima Honor Sepeserpun usai Main Film Dosa
-
Sengkarut Data Alamat di Hari Pertama SPMB Malang 2026
-
2 Oknum Perwira Polda Jatim Diduga Terlibat Jaringan Narkoba Internasional
-
Perempuan Tak Sekadar Belanja, Bazar Fesyen Bertransformasi Jadi Ruang Bertumbuh dan Berjejaring
-
Gus Thuba Kawal Santriwati Polisikan Oknum Pengasuh Yayasan Cabul
-
Tiyo Ardianto Respons Viral Aksi Penolakan di UGM, Singgung Kondisi Mahasiswa 'Terpaksa' Demo