/
Senin, 23 Mei 2022 | 11:36 WIB
suara.com

Faktor lain yang memperparah potensi banjir selama kemarau adalah aktivitas gelombang tropis ekuator seperti Kelvin atau Rossby.

Ditambah juga gelombang mirip Madden Julian Oscillation (MJO) yang terjadi selama monsun musim panas Asia dan dikenal dengan istilah Boreal Summer Intra-Seasonal Oscillation (BSISO). 

"Gelombang BSISO ini juga telah diketahui merupakan fenomena yang dominan dapat terjadi selama periode musim panas," ucap Erma.

Dampaknya adalah pada pembentukan aktivitas klaster awan raksana yang bergerak serentak dari selatan menuju utara, yaitu dari daratan India menuju benua Asia, melewati Samudra Hindia dan Laut Tiongkok Selatan.

Karena Indonesia berada pada wilayah yang dekat dengan kedua lautan tersebut maka sebagian wilayah di barat Indonesia, seperti Sumatra, Jawa, Kalimantan, juga mengalami dampak berupa peningkatan aktivitas awan dan hujan.

"Ketika BSISO melintasi area dengan fase 4 dan 5, yaitu area India dan Indonesia seperti saat ini," tukas Erma.

Load More