TANTRUM - Badan Usaha Milik Negara mulai mengoperasikan empat pabrik gula (PG) milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X untuk memulai gilingnya pada tahun ini.
Empat pabrik tersebut, diantaranya PG Gempolkrep Mojokerto, PG Kremboong Sidoarjo, PG Ngadiredjo Kediri serta PG Pesantren Baru. Rencananya, lima pabrik gula secara keseluruhan juga akan menyusul memulai giling pada Juni 2022.
Direktur PTPN X, Tuhu Bangun untuk PG Gempolkrep menargetkan giling tebu sejumlah 895.067 ton dengan produksi gula sebesar 72.130 ton.
Kemudian PG Ngadiredjo menargetkan giling tebu 880.933 ton dan produksi gula sebesar 72.208 ton. sedangkan PG Kremboong menargetkan giling tebu sejumlah 243.068 ton dengan produksi gula sebesar 17.635 ton dan PG Pesantren Baru menargetkan giling tebu sejumlah 819.902 ton dengan produksi gula sebesar 66.883 ton.
"Giling keempat pabrik gula ini sesuai dengan rencana yang kami terapkan dalam musim giling 2022," kata Tuhu, dalam siaran persnya.
Ia menegaskan, kesiapan giling empat pabrik dan bahan baku yang akan digiling menjadi dasar mengawali giling PTPN XI, dari total sembilan PG milik perusahaan.
"Pemilihan empat pabrik tersebut berdasarkan kesiapan secara on farm dan kesiapan Bahan Baku Tebu (BBT) yang akan digiling sehingga rendemen tetap pada angka yang optimal," katanya.
Kementerian BUMN telah membentuk dua klaster pabrik gula dalam Musim Giling Tahun 2022, masing-masing Klaster Delta dan Klaster Doho.
Klaster Delta ditargetkan menggiling tebu sebanyak 1,7 juta ton dan produksi gula milik pabrik sebanyak 72.899 ton, sedangkan Klaster Dhoho ditarget menggiling tebu 2,5 juta ton dan produksi gula 146.305 ton.
Dari Klaster Delta, yang mengawali giling adalah PG Gempolkrep dan PG Kremboong. Sedangkan dari Klaster Dhoho, diawali oleh PG Ngadiredjo dan PG Pesantren Baru.
"Dengan pembentukan klaster dan jadwal giling secara bertahap, pasok BBT ke seluruh pabrik gula milik PTPN X akan tetap terjamin. Sehingga giling dapat berjalan dengan optimal dengan jam berhenti yang terminimalisasi," katanya.
Tag
Berita Terkait
-
Dana Pemerintah Ditarik, Perbankan Hadapi Tekanan Likuiditas Ekstra
-
Siap-siap, Beberapa BUMN Akan Segera IPO
-
Indonesia Butuh Investasi Rp 8.705 Triliun di 2027, Tapi APBN Cuma Mampu Rp 459 T
-
Prabowo Minta Pangkas Anak Cucu Pertamina, PLN, dan BUMN Lain
-
Demi Efisiensi, Prabowo Perintahkan Pertamina dan PLN Pangkas Anak-Cucu Perusahaan
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Jangan Cuma Bangun Gedung! Sekolah Rakyat Harus Fokus pada Kualitas dan Akses
-
Makam Mertua Seniman Djaduk Ferianto di Yogya Dirusak, Regulasi dan Status Lahan Dipertanyakan
-
Rimini Govern for AI, Solusi Tata Kelola Agen AI Korporasi
-
Cara Sistem Tukar Baterai VinFast Hapus Kekhawatiran Pengguna Motor Listrik
-
Soal Kasus Yurizal, Menkes Kabinet Bayangan: Itu Mencerminkan Bahwa Sistem Kesehatan Kita Amburadul
-
Kepala Bapanas dan Dirut Bulog Serahkan Langsung Bantuan Pangan Kepada Warga Surabaya
-
Kenyang Asam Garam, Alasan Prabowo Ajukan Destry Damayanti Jadi Calon Tunggal Gubernur BI
-
The Shawshank Redemption: Kisah Harapan dan Kebebasan di Balik Jeruji Penjara
-
Skin Tint Adalah Base Makeup yang Bagaimana? Ini 3 Rekomendasi dengan Hasil Flawless
-
Jakarta Mulai Bersiap, 2 Lapangan Disiapkan untuk FIFA ASEAN Cup 2026