TANTRUM - Banyak orang menganggap kolesterol dianggap sebagai sesuatu yang negatif. Sehingga mayoritas orang yang takut mendengar kata kolesterol.
Pada umumnya orang menghindari makanan yang mengandung kolesterol karena takut terkena penyakit jantung. Pendapat itu mungkin benar tapi bisa juga jadi tidak demikian.
"Sebagian orang ada yang tidak tahu apa itu kolesterol, bahkan tidak peduli sama sekali. Bagi mereka yang penting makan bisa nikmat dan mengenyangkan," ujar Yesi Herawati, Dietisien (ahli gizi) Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) ditulis Bandung, Kamis, 2 Juni 2022.
Sebenarnya, apakah yang dimaksud kolesterol itu ? Benarkah seburuk itu yang dibayangkan efek dari kolesterol ?.
Yesi mengatakan kolesterol merupakan salah satu senyawa lemak (lipid) yang menyerupai lilin. Sebagian kolesterol diproduksi di hati, serta sebagian lainnya didapatkan dari makanan.
Yesi menjelaskan kolesterol tinggi (hiperkolesterol) adalah kondisi dimana tingkat kolesterol dalam darah melampaui kadar normal. Sehingga dapat berpengaruh buruk bagi kesehatan.
"Makanya tak heran kalau ada orang yang sudah menjalankan diet rendah lemak masih tetap tinggi kolesterolnya karena produksi di hatinya tinggi," kata Yesi.
Menurut Yesi fungsi kolesterol adalah turut memproduksi sel-sel sehat, sejumlah hormon (seperti hormon testosteron, kortisol, dan estrogen), vitamin D dan asam empedu untuk membantu mencerna lemak dari makanan.
"Walaupun dibutuhkan, kolesterol yang berlebih akan tertimbun di sepanjang dinding pembuluh darah arteri sebagai plak. Sehingga aliran darah menjadi sempit dan terhambat," jelas Yesi.
Oleh karena itu, banyak bagian tubuh yang kekurangan pasokan darah. Hal inilah yang dapat menimbulkan masalah kesehatan serius, seperti serangan jantung atau stroke.
Di dalam darah ungkap Yesi, kolesterol dibawa oleh protein yang disebut lipoprotein. Terdapat dua jenis lipoprotein dengan kepadatan rendah (LDL) yang biasa kita kenal dengan kolesterol jahat, dan lipoprotein dengan kepadatan tinggi (HDL) yang lebih kita kenal dengan kolesterol baik.
"LDL bertugas mengangkut kolesterol dari organ hati ke sel-sel yang membutuhkan. Namun jika jumlah kolesterol melebihi kebutuhan, maka dapat mengendap pada dinding pembuluh arteri dan menyebabkan penyakit jantung atau stroke," tukas Yesi.
Sedangkan HDL berfungsi mengangkut kolesterol kembali ke organ hati. Di dalam hati, kolesterol akan dihancurkan atau dikeluarkan oleh tubuh melalui kotoran.
Jumlah HDL yang lebih tinggi daripada LDL dalam tubuh sangat baik untuk kesehatan dan dapat membantu pencegahan penyakit kronis. Selain kolesterol LDL dan HDL, terdapat senyawa lipid lainnya yang sering diperiksa bersama kolesterol, yaitu trigliserida.
"Trigliserida adalah jenis lain dari senyawa lemak. Tubuh akan mengubah kalori yang tidak digunakan menjadi trigliserida dan dilepaskan menjadi diantara waktu makan," lanjut Yesi.
Berita Terkait
-
Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun
-
Program JKN Bantu Dede Jalani Operasi Kista Ganglion
-
Begadang Demi Piala Dunia di Tengah Kesibukan, Masih Worth It?
-
Novel Bandung Menjelang Pagi: Sisi Gelap Kota Kembang ala Brian Khrisna
-
Pelatih Persib Bandung Antusias Sambut ASEAN Club Championship 2026/2027
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
- PT Blueray Cargo Milik Siapa? Perusahaan Logistik yang Seret Raffi Ahmad dalam Kasus Suap Importasi
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Banyak Keluarga Melakukannya, Merencanakan Akhir Hayat Kini Jadi Bagian dari Financial Planning
-
Dari Live Shopping ke PayLater, Begini Cara Generasi Digital Berbelanja Sekarang
-
Siap-Siap Merinding Sekaligus Ngakak, Film Dukun Magang Tampilkan Kuntilanak Hitam
-
Jelajah Tri: Dari Benteng Kuto Besak hingga Ampera, Palembang Makin Terkoneksi di Era Digital
-
Curhat Ratu Sofya, Belum Terima Honor Sepeserpun usai Main Film Dosa
-
Sengkarut Data Alamat di Hari Pertama SPMB Malang 2026
-
2 Oknum Perwira Polda Jatim Diduga Terlibat Jaringan Narkoba Internasional
-
Perempuan Tak Sekadar Belanja, Bazar Fesyen Bertransformasi Jadi Ruang Bertumbuh dan Berjejaring
-
Gus Thuba Kawal Santriwati Polisikan Oknum Pengasuh Yayasan Cabul
-
Tiyo Ardianto Respons Viral Aksi Penolakan di UGM, Singgung Kondisi Mahasiswa 'Terpaksa' Demo