TANTRUM - Indonesia menggelar Health Working Group yang merupakan bagian dari Presidensi G20 Indonesia yang membahas penguatan arsitektur kesehatan global.
Pada forum ini, terhadap tiga isu prioritas yaitu mobilisasi sumber daya keuangan untuk melakukan pencegahan, kesiapsiagaan dan respon pandemi (PPR) di masa depan.
Forum Health Working Group kedua mendorong negara G20 untuk bersama-sama membangun sistem kesehatan global yang kuat dan tangguh.
"Melalui HWG Kedua, Indonesia mengajak negara anggota G20 untuk bersama-sama berkomitmen mencapai sistem kesehatan yang lebih permanen dan suplai kesehatan esensial yang lebih baik," kata juru bicara G20 bidang kesehatan, dr. Siti Nadia Tarmizi, Kamis (9/6).
Nadia mengatakan, Sistem kesehatan global yang kuat, tangguh, berkelanjutan dan merata antarnegara membutuhkan koordinasi dan kolaborasi yang baik dari negara anggota G20.
"Mobilisasi sumber daya kesehatan seperti alat kesehatan esensial dan alat diagnostik untuk pencegahan adalah penting," katanya.
Juru bicara pemerintah untuk Presidensi G20, Maudy Ayunda, mengatakan terwujudnya satu tindakan konkrit yang dilakukan secara kolektif global dalam melakukan pencegahan, kesiapsiagaan dan respon terhadap pandemi di masa depan merupakan hal yang sangat penting untuk masyarakat, khususnya generasi muda Indonesia.
"Kita sebagai generasi muda wajib mempersiapkan diri untuk meneruskan reformasi arsitektur kesehatan global yang lebih baik untuk generasi berikutnya. Usaha meningkatkan arsitektur kesehatan global ini bukanlah upaya yang dapat berhenti di satu titik. Ini adalah upaya yang harus terus dilakukan secara berkesinambungan dan bersama-sama," kata Maudy.
Generasi muda, kata Maudy, perlu memperhatikan, mempelajari dan melibatkan diri dalam hal yang berhubungan dengan arsitektur kesehatan global karena upaya ini penting bagi masa depan, baik Indonesia maupun dunia.
Acara Health Working Group yang diadakan di Lombok, Nusa Tenggara Barat pada 6-7 Juni menghasilkan satu tindakan kolektif global untuk meningkatkan investasi dan dukungan berbagai pihak untuk memperkuat kapasitas negara berkembang untuk melakukan pencegahan, kesiapsiagaan dan respons terhadap pandemi di masa depan.
Berita Terkait
-
Keluh Kesah PPPK Paruh Waktu Dinkes DKI di Balai Kota: Janji Setara ASN, Realita Jauh dari Kata
-
Childfree hingga Kabur Aja Dulu: Pelarian Anak Muda atau Bentuk Protes terhadap Realitas?
-
Antrean Mobile JKN Semrawut hingga Obat Kosong, Komnas HAM Beri Nilai 67,1 untuk BPJS
-
Prabowo Ungkap Prioritas Gaji Guru, PNS, dan Layanan Kesehatan
-
Komnas HAM Soroti Potensi Diskriminasi di Layanan BPJS Kesehatan, Hambatan NIK Jadi Masalah
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
Terkini
-
Prabowo Puji Peran TNI Dongkrak Produksi Beras, Panen Capai 19,2 Juta Ton hingga Juni 2026
-
Bukan Berhenti Total, Ini Tugas Baru Nanik S. Deyang dari Prabowo Usai Mundur dari Kepala BGN
-
3 Zodiak yang Menarik Kesuksesan dan Kekayaan Hari Ini 22 Juli 2026
-
5 Tips Memilih Sepeda Hybrid untuk Pemula agar Nyaman dan Awet Dipakai Bertahun-tahun
-
Shio Apa yang Cocok untuk Pasangan dengan Shio Naga?
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Literasi Kelas Menengah: Saat Hobi Membaca Menjadi Sebuah Privilege
-
Mengapa Transportasi Umum Jadi Pilihan Terbaik untuk Mobilitas Sehari-hari di Jakarta
-
OJK Restui Merger BPRS Rizky Barokah ke BPRS PNM Mentari, Industri Perbankan Syariah Makin Kuat