/
Jum'at, 24 Juni 2022 | 17:16 WIB
Samer Daboul/Pexels

TANTRUM - Sebanyak 10 kopi terbaik dari petani Jawa Barat ikut dipajang di Pameran World of Coffee di Milan, Italia

Perhelatan yang digelar 23-25 Juni 2022, untuk mengikuti pameran itu telah dilakukan proses kurasi biji kopi terbaik dari Jawa Barat.

Tak terkecuali bagi  untuk produk One Pesantren One Product (OPOP), yakni Coffee OPOP, produksi biji kopinya berasal dari Pondok Pesantren At Taslim Pangalengan, Kabupaten Bandung. 

"Dari 166 sampel kopi yang masuk, terpilih 10 kopi terbaik dari petani di Jabar yang dibawa ke Milan, yakni enam kopi jenis Arabika, tiga kopi Robusta, dan satu kopi Liberika," ujar Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat Kusmana Hartadji ditulis Bandung, Jumat, 24 Juni 2022.

Menurut Usman untuk 10 kopi terbaik yang ikut pada ajang ini adalah Gunung Masigit (arabika), Gunung Cilutung (arabika), Gunung Halu (arabika), Gunung Cikuray (arabika), dan Gunung  Gede Cianjur (arabika). 

Selain itu kopi Gunung Patuha (arabika), Gunung Sulah (robusta), Gunung Gajah (robusta), Gunung Cakrabuana (robusta), dan Gunung Burangrang Utara (Liberika). 

"Dengan kolaborasi berbagai pihak termasuk Dinas Perkebunan, Dinas KUK, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, serta Dinas Perindag Jabar, Bank BJB, akhirnya 10 kopi terbaik terpilih," kata Kepala Dinas Perkebunan Jabar Jafar Ismail.
 
Jafar menjelaskan untuk mendapatkan 10 kopi terbaik, pihaknya melakukan kurasi terhadap kopi yang hendak tampil di World of Coffee, Italia. 

Jafar beranggapan ajang World of Coffee di Milan, Italia,  selain sebagai sarana promosi untuk produk kopi Jawa Barat mendunia. 

"Diharapkan produk unggulan Jabar karya UMKM Juara, OPOP, dan Petani Milenial bisa go internasional," ucap Jafar. 

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat Benny Bachtiar menuturkan, World of Coffee menjadi gelaran perdagangan kopi terpenting di Eropa. 

Pasar kopi internasional sangat besar, potensi kopi Jawa Barat yang melimpah diharapkan bisa mendapat tempat untuk pasar dunia. 

"Selama ini kita mengenalkan kopi sebagai komoditi ekspor tanpa menjelaskan story-nya. Nah, kita ingin memperkenalkan itu. Kita juga ingin harga kopi kita bersaing dan mendapat sertifikat indikator geografis," tutur Benny. 

Benny mengatakan pameran ini merupakan agenda internasional yang harus dimanfaatkan pelaku usaha kopi untuk promosi, termasuk UMKM yang bergerak di sektor kopi di Jawa Barat, sekaligus untuk wisata kopi Jabar ke mancanegara. 

Pada hari pertama dibuka stan Jawa Barat 'West Java Coffee' mampu menarik perhatian dan banyak dikunjungi pengunjung. 

"Kegiatan ini diharapkan menjadi jembatan atau pintu pembuka eksistensi kopi kita di pasar internasional," tukas Benny.

Load More