TANTRUM - Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Perum Perhutani Divisi Regional Jatim melakukan revitalisasi Pabrik Minyak Kayu Putih Sukun di Ponorogo, Jawa Timur.
Revitalisasi ini didukung dengan melengkapi sejumlah fasilitas dan peralatan modern yang bertujuan meningkatkan kapasitas produksinya.
Direktur Utama Perum Perhutani, Wahyu Kuncoro mengatakan, dengan revitalisasi pabrik itu akan mampu beroperasi setiap hari selama 24 jam, dengan kapasitas produksi menjadi 48 ton per hari dan kadar cineol 57,27 persen.
Wahyu menjelaskan, pabrik ini mulai direvitalisasi pada April 2021, dan selesai dibangun pada 2022 dan bisa beroperasi kembali pada 26 April 2022.
Usai direvitalisasi, pabrik itu akan didukung bahan baku daun kayu putih dari Perhutani KPH Madiun sebanyak 10.5554 ton, KPH Lawu Ds 199 ton dan KPH lain di sekitarnya.
"Keberadaan pabrik memang perlu direvitalisasi, karena pabrik yang lama kapasitas produksinya masih kurang maksimal, dan bangunan pabriknya juga sudah cukup tua," katanya.
Dengan alasan itu, dibutuhkan bangunan pabrik baru yang dilengkapi dengan fasilitas dan peralatan yang modern supaya bisa meningkatkan kapasitas produksinya.
Meski direvitalisasi, kata dia, minyak kayu putih yang dihasilkan masih memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI 06-3954-2006) dan juga masuk ke dalam standar EOA yang mensyaratkan kadar cineol memiliki nilai berkisar antara 50-65 persen.
Wahyu berharap, revitalisasi pabrik ini bisa dijadikan percontohan untuk membangun pabrik di lokasi lainnya, karena didukung bahan baku daun kayu putih yang dekat dengan pabrik, sehingga bisa efisiensi angkutan dan mengurangi susut bahan baku.
Baca Juga: Polri Didesak Segera Bentuk Direktorat Khusus Pelayanan Perempuan dan Anak
Pabrik Minyak Kayu Putih Sukun terletak di Desa Sidoharjo, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, dan memiliki luas bangunan 1.719 meter persegi.
Pabrik berdiri di atas lahan seluas 2.497.880 meter persegi, dan merupakan kawasan hutan Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Madiun pada petak 3G Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Sukun, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Sukun.
PMKP Sukun Ponorogo ini di bawah pengelolaan Kesatuan Bisnis Mandiri Industri Hasil Hutan Bukan Kayu (KBM IHHBK) Perum Perhutani.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Malam Terindah di Emirates: Declan Rice Kehabisan Kata Usai Bawa Arsenal ke Final
-
JPU KPK Tegaskan Tak Boleh Ada Intervensi di Sidang Kasus Suap Bea Cukai
-
Kasus Kekerasan Seksual Ponpes Pati, DPR Desak LPSK Fasilitasi Rehabilitasi 50 Korban
-
Cushion Somethinc Copy Paste untuk Kulit Apa? Ini Harga dan Kelebihan Produknya
-
Pengamat Ingatkan Efek Pelemahan Rupiah Bikin APBN Berdarah-darah
-
Sinopsis Honest Thief: Eks Marinir dan Perampok Ingin Taubat, Tayang di Bioskop Trans TV Malam Ini
-
Laga Persija vs Persib Dipindah ke Samarinda, Pramono Anung: Kecewa, Tapi Alasannya Masuk Akal
-
3 Hatchback Hyundai Bekas Budget 50 Jutaan, Bagasi Lapang dan Fungsional
-
Modus 'Crispy Fruit', WNA China Pengedar Happy Water Diciduk di Apartemen Pademangan
-
Bahlil Fokus Ganti LPG 3 Kg ke CNG, Berapa Harga Jualnya?