TANTRUM - Holding BUMN Pangan ID FOOD memudahkan masyarakat dalam membeli minyak curah dengan menyediakan pom minyak goreng curah di berbagai pasar tradisional.
Langkah ini dikliam ID FOOD, sebagai upaya menjaga ketersediaan minyak goreng agar memenuhi kebutuhan masyarakat.
"Stock point ini merupakan cara kami untuk menjamin ketersediaan minyak goreng curah di pasar. Pom minyak goreng ini berkapasitas 2.000 sampai 3.000 liter," kata Direktur Komersial ID FOOD Ardiansyah Chaniago dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (7/7).
Pom minyak goreng atau disebut stock point itu berbentuk toren penampung yang diletakkan di sejumlah pasar tradisional di Jabodetabek.
Ardiansyah mengimbau, masyarakat supaya tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan minyak goreng, karena grup ID FOOD akan memasok pom minyak goreng itu setiap hari.
Setiap pedagang di pasar tradisional bisa membeli minyak goreng dengan volume 200 liter dari pom yang dikelola anggota holding PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI).
Sedangkan konsumen bisa membeli dari pedagang maksimal 10 kilogram per hari dengan menggunakan Kartu Tanda Penduduk ataupun aplikasi PeduliLindungi.
Perseroan menargetkan ada ratusan pom minyak goreng curah tersebar di banyak pasar-pasar tradisional di Indonesia untuk memudahkan para mitra membeli minyak goreng curah rakyat tersebut.
Lokasi pom minyak goreng dalam toren penampung terdapat di sejumlah pasar tradisional di Jabodetabek seperti di Pasar Tomang Barat, Pasar Palmerah, Pasar Minggu, Pasar Cengkareng, Pasar Rawamangun, Pasar Perumnas Klender, Pasar Cakung, Pasar Pulogadung.
Baca Juga: Pelaku UMKM, Petani, Peternak, dan Nelayan Jadi Sasaran Utama Inklusi Keuangan
Lalu, Pasar Rawa Badak, Pasar Rumput, Pasar Enjo, Pasar Palmeriam, Pasar Pademangan, Pasar Cipinang, Pasar Kramat Jati, Pasar Ciracas, Pasar Rawasari, Pasar Serdang, Pasar Cibubur, Pasar Cijantung, Pasar Ciplak dan Pasar Kombongan.
"Tujuannya untuk memudahkan para mitra pedagang dan konsumen. Stock point yang kami sediakan di pasar-pasar tradisional ada dua tipe, yakni bentuk toren layaknya pom minyak goreng tradisional dan bentuk kios yang berisikan jerigen-jerigen minyak goreng," katanya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan