TANTRUM - Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II-2022. Hasilnya sesuai ekspektasi, ekonomi Tanah Air tumbuh tinggi.
Pada kuartal II-2022, Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia tumbuh 3,72% dibandingkan kuartal sebelumnya (quarter-to-quarter/qtq).
Jadi meski pada kuartal I-2022 terjadi kontraksi (pertumbuhan negatif) 0,96%, tetapi tidak berlanjut pada kuartal II-2022. Tidak ada kontraksi dua kuartal beruntun, tidak ada resesi teknikal.
Sementara dibandingkan kuartal II-2022 (year-on-year/yoy), ekonomi Ibu Pertiwi tumbuh 5,44%. Lebih baik ketimbang pencapaian kuartal I-2022 yang tumbuh 5,01%.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang ciamik ini sesuai dengan ekspektasi pelaku pasar. Konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal II-2022 adalah 3,5% qtq dan 5,17% yoy.
Sementara konsensus versi Reuters menghasilkan angka proyeksi pertumbuhan ekonomi 3,44% qtq dan 5,17% yoy.
"Kondisi ekonomi global dihadapkan kepada sejumlah tantangan. Tekanan inflasi di beberapa negara sudah cukup tinggi. Uni Eropa 9,6%, Amerika 9,1%, Inggris 8,2%, Korea 6,1%. IMF juga melakukan revisi pertumbuhan ekonomi, turun ke bawah. Untuk 2022, semula adalah 3,6% menjadi 3,2%," papar Margo Yuwono, Kepala BPS, dicuplik dari CNBC, Jumat, 5 Agustus 2022.
Dengan kenaikan harga komoditas, lanjut Margo, Indonesia mendapatkan keuntungan dan neraca perdagangan membukukan surplus US$ 15,55 miliar. Naik 148,01% yoy.
Di dalam negeri, tambah Margo, penanganan pandemi Covid-19 membaik sehingga mobilitas penduduk meningkat. Daya beli pun terjaga, konsumsi dan aktivitas produksi terakselerasi.
Baca Juga: Puji Kebijakan PSE Kominfo, KSP Sebut Data Pribadi Masyarakat Harus Dilindungi Negara
Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) juga terus meredam tekanan global. Margo menyebut subsidi energi dan bantuan sosial meningkat masing-masing 11,34% yoy dan 56,17% yoy. Sementara BI memilih tidak menaikkan suku bunga acuan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Ini Tampang Pria yang Tega Sekap Perempuan di Cileunyi hingga Alami Kebutaan dan Bibir Sumbing
-
Perang Bintang AADC di Pasar Obat Herbal
-
BMKG Petakan Kemarau di Sumsel, Sejumlah Daerah Mulai Masuk Zona Kering
-
Harga DMO Batu Bara Dirombak, Apa Dampaknya bagi PTBA dan PLN?
-
Pelaku Penyekapan Tragis Bandung Ditangkap, Dedi Mulyadi Puji Gerak Cepat Polda Jabar
-
Harga Karet Sumsel Tetap di Atas Rp40 Ribu saat Dolar Menguat, Kok Petani Belum Lega?
-
Ketika Olahraga Jadi Cara untuk Mengenalkan Sustainability
-
Gudang Balepress Rp16,4 Miliar Diamankan di Kalbar, Kenapa Pemiliknya Misterius?
-
Polda Jabar Tangkap Taufik Hidayat di Bandung Raya
-
Segera Hadir, Film Sekolah Rakyat Angkat Kisah Dramatis dari Kehidupan Nyata