/
Minggu, 07 Agustus 2022 | 06:08 WIB
Ilustrasi ibu menyusui (Pixabay)

TANTRUM – Wacana penambahan masa cuti hamil dan cuti melahirkan dari 3 bulan ditambah jadi 6 bulan mendapat dukungan penuh dari Ikatan Dokter Anak Indonesia atau IDAI.

Ketua IDAI mengatakan wacana ini harus mendapatkan dukungan penuh dari para dokter anak, yang nantinya ia akan langsung ditindaklanjuti dengan rekomendasi dukungan dari Satgas ASI IDAI.

"Mungkin nanti Dokter Naomi (Ketua Satgas ASI IDAI) bisa tunggu draf dari satgas ASI, kita dari PP IDAI untuk keluarkan dukungan," ujar Dr. Piprim dalam acara diskusi peringatan Pekan Menyusui Duni 2022, Sabtu (6/8/2022), dikutip dari suara.com.

Ia menambahkan, wacana cuti melahirkan 6 bulan ini dinilai sangat efektif memastikan para ibu bisa memberikan ASI eksklusif 6 bulan, karena nilai sekaligus bisa mengurangi angka stunting di Indonesia.

"Saya kira ini ide bagus, kalau ada cuti 6 bulan, ibu-ibu bisa asi eksklusif, kita akan dukung. Karena ini dampaknya bisa mengurangi stunting ASI eksklusif ini. Ini sejalan dengan maunya pemerintah," sambung Dr. Piprim.

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita atau bayi di bawah 5 tahun akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya.

Kekurangan gizi terjadi sejak bayi dalam kandungan pada masa awal setelah bayi lahir akan tetapi, kondisi stunting baru nampak setelah bayi berusia 2 tahun.

Sedangkan Indonesia, memiliki target menurunkan stunting hingga 14 persen di 2024, yang artinya sejak 2022 stunting harus menurun 10,4 persen dalam waktu 2,5 tahun ke depan.

Adapun berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia atau SSGI 2021, prevalensi stunting di Indonesia 2021 sebesar 24,4 persen, atau hanya menurun 6,4 persen dalam waktu 3 tahun, dari angka 30,8 persen pada 2018.

Baca Juga: Irjen Ferdy Sambo Ditempatkan di Tempat Khusus Mako Brimob

Load More