/
Kamis, 25 Agustus 2022 | 09:13 WIB
Ilustrasi nasi. (Unsplash.com/Pille R. Priske)

TANTRUM - Konsumsi beras untuk memenuhi kebutuhan karbohidrat pasien diabetes memang diperbolehkan, tapi Anda juga perlu mengatur konsumsinya. 

Terutama ketika beras telah diolah menjadi nasi. Terdapat beberapa tips yang perlu Anda perhatikan jika tetap ingin mengonsumsi nasi dengan lebih sehat untuk penderita diabetes.

Berikut tipsnya menurut dr. Jimmy Tandradynata, Sp.PD dari laman Hello Sehat, dicuplik Kamis, 25 Agustus 2022. Langsung dicekidot guys!

1. Konsumsi nasi secukupnya

Walaupun beras basmati dan beras merah memiliki indeks glikemik rendah, Anda tetap harus menjaga porsi konsumsi karbohidrat ideal setiap harinya.

Perhatikan pula makanan lain yang mengandung karbohidrat lainnya yang Anda konsumsi pada hari itu, seperti roti, kentang, mie, dan pasta.

Jika sudah makan nasi, hindari makanan lain yang mengandung karbohidrat.

Konsumsi nasi untuk diabetes harus disertai dengan makanan sumber protein tanpa tepung dan sayuran tanpa pati (karbohidrat kompleks), seperti brokoli, bayam, atau kembang kol.

Anda disarankan untuk memenuhi kebutuhan serat harian Anda sebanyak 25 gram per hari.

Baca Juga: Harga Emas Naik di Tengah Pertemuan Simposium Jackson Hole

Sementara untuk makanan berprotein pilihlah daging ayam, daging sapi tanpa lemak, telur, ikan tuna, ikan patin, dan ikan nila.

Usahakan untuk memperbanyak porsi sayuran daripada nasi dan lauk. Dalam satu piring, prosi sayuran adalah 1/2 piring, untuk protein dan nasi masing-masing adalah 1/4 piring.

2. Dinginkan dulu

Indeks glikemik makanan bisa berubah saat dipengaruhi oleh proses pengolahan makanan. Makan nasi dingin bisa menjadi salah satu cara yang lebih sehat untuk pasien diabetes.

Nasi panas yang baru matang memiliki nilai IG yang lebih tinggi. Namun, jika didinginkan, indeks glikemiknya akan menjadi lebih rendah.

Ini karena karbohidrat dalam nasi akan berubah menjadi pati resisten setelah didinginkan. Pati resisten adalah jenis serat khusus yang lebih kompleks sehingga membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna oleh tubuh.

3. Selalu cek kadar gula darah

Jangan lupa untuk selalu rutin cek gula darah secara mandiri. Cara ini membantu Anda mengetahui bagaimana tubuh bereaksi terhadap makanan tertentu. Dengan begitu, Anda bisa menyesuaikan pola makan ke depannya.

Cek gula darah setidaknya 2 kali sehari, yaitu sebelum sarapan dan sesudah makan malam atau sebelum tidur.

Konsultasikan lagi dengan dokter Anda mengenai kapan dan seberapa sering Anda perlu memeriksa gula darah sendiri.

Selain mengganti beras putih dengan beras basmati dan beras merah, terdapat beberapa pengganti nasi lainnya yang juga bisa menjadi pilihan untuk pasien diabetes.

Berikut adalah beberapa makanan mengandung karbohidrat kompleks yang dapat menjadi alternatif untuk memenuhi kebutuhan energi harian.

1. Jagung

Jagung merupakan salah satu sumber karbohidrat yang baik bagi tubuh. Jika dibandingkan dengan nasi putih, jagung lebih aman untuk diabetesi lantaran memiliki kalori yang lebih sedikit.

Dalam 100 gram jagung memiliki 140 kalori, sedangkan 100 gram nasi putih memiliki kalori sebanyak 175 kalori.

Jadi, Anda bisa makan makanan pengganti nasi ini lebih banyak dari porsi nasi untuk diabetes dalam satu kali makan. Dengan begitu, asupan kalori dan nafsu makan Anda akan lebih terkontrol.

Selain itu, jagung mengandung serat sehingga proses pemecahan karbohidrat menjadi glukosa membutuhkan waktu lebih lama.

Namun, sebaiknya tetap tidak berlebihan dalam mengonsumsi makanan pengganti nasi untuk diabetes ini.

Sama seperti nasi, kombinasikan jagung dengan makanan sumber protein dan sayuran untuk mendapatkan nutrisi yang lengkap.

2. Gandum

Gandum adalah makanan pengganti nasi yang sehat untuk pasien diabetes. Salah satu makanan yang termasuk ke dalam jenis gandum adalah oatmeal.

Oatmeal dapat menjadi salah satu alternatif penyedia energi untuk diabetes. Makanan ini juga baik untuk diabetes karena kandungan serat yang terdapat di dalamnya.

Namun, hindarilah memilih oatmeal instan karena cenderung telah mengalami banyak modifikasi alias pemrosesan kimia. Hal ini bisa menghilangkan sebagian besar kandungan gizinya.

3. Biji-bijian dan kacang-kacangan

Biji-bijian dan kacang-kacangan juga bisa menjadi salah satu alternatif pengganti nasi untuk diabetes.

Akan tetapi, jika Anda makan biji-bijian kalengan, jangan lupa mencucinya terlebih dulu. Hal ini bisa membantu menghilangkan kandungan garam sebesar 40 persen.

4. Ubi jalar

Jenis ubi ini termasuk karbohidrat yang tidak akan membuat gula darah Anda melonjak secara tiba-tiba.

Ubi jalar baik untuk dikonsumsi diabetesi sebagai makanan pengganti nasi karena mengandung beta karoten yang baik untuk mencegah berbagai macam penyakit.

5. Pasta gandum utuh

Pasta yang bisa digunakanan sebagai pengganti nasi untuk diabetes adalah pasta yang berasal dari gandum utuh atau whole wheat.

Tips untuk memaksimalkan konsumsi karbohidrat dari pasta untuk penderita diabetes adalah dengan menambahkan sayuran yang tidak mengandung zat tepung, seperti brokoli.

Load More