/
Senin, 05 September 2022 | 10:40 WIB
Refinery Unit (RU) atau kilang VI Balongan di Indramayu, Jawa Barat, Kamis (14/1).

TANTRUM - Pertamina telah menyelesaikan pengembangan phase 1 Kilang Balongan, Indramayu, Jawa Barat. Penambahan kapasitas ini, membuat peningkatan pengolahan minyak mentah dari 125 ribu barrel menjadi 150 barrel per hari

General Manager PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Refinery Unit VI Balongan Diandoro Arifian pengembangan proyek kilang atau "Refinery Development Master Plant" (RDMP) Phase 1 di Kilang Balongan Indramayu, berdampak signifikan terutama dalam hal peningkatan kapasitas produksi minyak mentah.

Proyek RDMP phase 1 Kilang Balongan lanjut Diandoro, dimulai pada 22 Februari 2021 dengan melakukan "upgrading" pada unit CDU (Crude Destilation Unit) dan berhasil diselesaikan 100 persen tahun 2022 ini.

Salah satu komponen yang ditambahkan, untuk menaikkan kapasitas Kilang Balongan yakni dengan memasang "Preflash Column" yang memiliki ketinggian 27 meter, diameter 3,5 meter, dan berat 104, 2 ton, berfungsi sebagai pemisah crude menjadi fraksi ringan (Offgas dan Nafta) di bagian atas dan fraksi yang lebih berat ke bagian bawah dengan bantuan steam sebagai sumber energi.

Ia menjelaskan, RDMP phase 1 Kilang Balongan ini merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dilakukan BUMN yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan BBM dalam negeri yang semakin meningkat.

Diandoro menambahkan, selain RDMP yang berhasil diselesaikan, proyek pemeliharaan kilang skala besar (Turn Around) dan proyek Revitalisasi unit Residue Catalytic Cracking (RCC) juga berhasil diselesaikan dengan aman dan lancar.

"Kilang Balongan saat ini dalam kondisi optimal, karena pemeliharaan lancar, RDMP selesai sehingga kapasitas kilang naik, dan RCC juga beroperasi lebih optimal setelah revitalisasi," katanya.

Proyek RDMP Balongan telah selesai termasuk upgrading fleksibilty dari Kilang Cilacap sudah juga dilakukan oleh perseroan. Kedua kilang itu kini sudah bisa mengolah crude yang tinggi sulfur dengan biaya yang lebih murah.

Dengan selesainya Kilang Balongan, Pertamina berhasil menurunkan impor BBM sebesar 9.125.000 barel per tahun.

Baca Juga: Nampol! Raih 80 Juta Subscribers, BLACKPINK jadi Artis Pertama yang Meraihnya di YouTube

Load More