- Presiden AS Donald Trump memberlakukan blokade maritim terhadap pelabuhan Iran serta melancarkan serangan militer sejak Selasa waktu setempat.
- Pemerintah AS mengancam akan membombardir infrastruktur sipil Iran pekan depan jika Teheran menolak kembali melakukan perundingan diplomatik resmi.
- Konflik bersenjata yang meluas hingga kawasan Teluk menyebabkan harga minyak dunia melonjak drastis sebesar 15 persen pekan ini.
Suara.com - Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump mengambil langkah agresif terbaru dengan memberlakukan kembali blokade maritim terhadap seluruh pelabuhan Iran pada hari Selasa waktu setempat.
Lebih jauh, Washington juga menebar ancaman akan membombardir infrastruktur krusial sipil seperti pembangkit listrik dan jembatan pada pekan depan, apabila pihak Teheran menolak kembali ke meja perundingan.
Bersamaan dengan kebijakan blokade tersebut, militer Amerika Serikat juga mulai melancarkan gelombang serangan udara terbaru.
Pihak militer AS menyatakan bahwa operasi ini dilakukan "untuk terus melemahkan kemampuan Iran yang digunakan untuk menyerang pelayaran komersial di Selat Hormuz,".
Di sisi lain, Teheran menegaskan bahwa mereka telah menutup kembali akses Selat Hormuz menyusul pecahnya kembali kontak senjata pekan lalu. Situasi ini secara praktis menghancurkan gencatan senjata rapuh yang sempat dicapai pada bulan Juni, setelah konflik berdarah selama berbulan-bulan yang memakan ribuan korban jiwa.
Dalam sesi wawancara bersama Trey Yingst dari jaringan televisi Fox News, Trump secara blak-blakan merinci urutan target serangan militernya.
"Saya akan membahas target energi di bagian akhir, namun pada akhirnya kita akan mencapainya," ungkap Trump.
Ia kemudian memberikan ultimatum dengan menyatakan, "Minggu depan giliran pembangkit listrik, minggu depan giliran jembatan," sambil menyematkan syarat yang berbunyi, "kecuali mereka duduk bersama dan bernegosiasi."
Rencana serangan ini menuai sorotan, mengingat Konvensi Jenewa 1949 secara tegas melarang serangan militer terhadap fasilitas yang esensial bagi kelangsungan hidup warga sipil.
Baca Juga: Rupiah Hari Ini Melemah ke Rp18.129 per Dolar AS, Konflik Timur Tengah Jadi Pemicu
Trump turut menyebutkan bahwa tim negosiator AS telah menjalin komunikasi dengan para pejabat Iran dengan membawa pesan peringatan keras, yakni "you better make a deal".
Menanggapi berbagai rentetan tekanan dari Washington, Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, melontarkan penolakan tegas melalui stasiun televisi pemerintah. Ia memperingatkan bahwa langkah koersif AS tidak akan membuahkan hasil.
"Jika AS beranggapan bahwa dengan memperketat langkah-langkah terhadap kami—baik berupa tindakan militer maupun blokade ekonomi—kami akan kembali ke meja perundingan, maka mereka keliru," tegas Gharibabadi, dilansir dari reuters.
Saling Balas Serangan di Jalur Strategis
Intensitas pertempuran terus meluas melibatkan sejumlah negara di kawasan Teluk. Militer Iran mengklaim pada Rabu dini hari telah mengerahkan serangan pesawat tak berawak (drone) ke titik-titik pertahanan AS di pangkalan Azraq, Yordania. Sementara itu, Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) menyatakan telah menargetkan sejumlah fasilitas persenjataan dan gudang penyimpanan di wilayah Bahrain serta Kuwait.
Otoritas pertahanan Kuwait melaporkan bahwa sistem pencegat udaranya tengah berupaya menghalau armada drone Iran, dan media pemerintah setempat mengonfirmasi adanya insiden kebakaran yang telah berhasil dijinakkan.
Berita Terkait
-
Dituding Penjahat Perang, Amerika Diadukan ke PBB Usai Serang Warga Sipil di Iran Selatan
-
Rupiah Menguat ke Rp18.048 per Dolar AS, Inflasi Amerika yang Melandai Jadi Pendorong Utama
-
Donald Trump Ancam Ratakan Iran: Bikin Kesepakatan Atau Anda Tidak Miliki Apapun yang Tersisa
-
Susul Korut, Amerika Serikat Membekukan Aset Kripto Terkait Iran Senilai Rp 2,3 Triliun
-
Target Serangan AS ke Iran Selanjutnya, Pembangkit Listrik dan Jembatan
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
Terkini
-
Indonesia Dinilai Terjebak 'Carbon Lock-in', Mengapa Target Energi Bersih Berisiko Sulit Tercapai?
-
Habis Serang AS, IRGC Iran Hasut Warga Yordania: Bebaskan Tanah Islam dari Penjajah Amerika
-
Tanaman Malapari Berpotensi Jadi Komoditas Bioenergi, Bagaimana BRIN Dorong Pengembangannya?
-
Amerika Serikat Mau Hentikan Bantuan Rp 59,63 Triliun ke Israel
-
Babak Baru Kasus Nadiem Makarim, Sidang Banding Akan Digelar Awal Agustus
-
Usai Diambil Alih, Kawasan Hotel Sultan Akan Disulap Jadi Sumber Baru Pemasukan Negara
-
Dituding Penjahat Perang, Amerika Diadukan ke PBB Usai Serang Warga Sipil di Iran Selatan
-
Kondisi Remaja Korban Rudapaksa 27 Pria di Sampang Membaik, Korban Mulai Berani Bercerita
-
Peron Baru Stasiun Bogor Beroperasi Hari Ini, Siap Layani KRL 12 Gerbong
-
32 Tahun Jadi Guru, Mimpi Isayas Tigi Lihat Sekolah Gratis di Papua Tengah Akhirnya Terwujud