Selain dinilai dari pengaruh detak nadi dan saraf, penguji juga akan melihat reaksi ketika subjek menjawab setiap pertanyaan.
Pada tahap ini, para penguji bertugas untuk menyelidiki beberapa bukti yang kemudian diubah menjadi pertanyaan.
Layaknya sebuah interogasi, maka pertanyaan desain biasanya mampu menjebak Anda apabila melakukan kebohongan.
3. In test
Pada tahap in test, Anda akan melakukan ujian yang sebenarnya dengan menerima beberapa pertanyaan dari penguji.
Jumlah pertanyaan disesuaikan dengan kebutuhan pemeriksaan, sehingga dapat lebih banyak atau lebih sedikit.
Jenis pertanyaan yang digunakan mencakup pertanyaan kontrol yang bersifat umum. Selebihnya, sebanyak 3 dari 4 pertanyaan yang disajikan berkaitan dengan masalah yang sedang diteliti.
4. Post test
Baca Juga: Pink Venom Raih 100 Juta Streaming di Spotify, Rekor Baru BLACKPINK
Rangkaian tes kebohongan ini diakhiri dengan kegiatan post test, bertujuan untuk memeriksa data respon yang diberikan.
Dengan demikian, setiap tanggapan yang diberikan subjek dapat menghasilkan sebuah kesimpulan, apakah subjek sedang berbohong atau tidak.
Lie Detector mampu mengetahui dan mendeteksi kebohongan melalui reaksi magnetik dari beberapa titik tubuh terpenting. Sensor yang dipasang di tubuh akan melakukan tracking dan menunjukkan hasil.
Berikut ini beberapa jenis sensor pendeteksi yang digunakan dalam alat pendeteksi kebohongan, antara lain:
Sensor pneumonograph biasanya diletakkan di sekitar dada dan perut, sehingga dapat mendeteksi kontraksi pada otot dalam tubuh pasien yang sedang diteliti.
Tag
Berita Terkait
-
Kemungkinan Tidak Dilecehkan, Psikolog Forensik Sebut Putri Candrawathi Lakukan Malingering
-
Lirik "Kamu Bohong" Dihubung-hubungan dengan Kasus Penembakan Polisi, Wali Menjawab
-
Jabar Saber Hoaks Klarifikasi 4.265 Berita Bohong
-
Penggunaan Ganja Medis Harus Berbasis Bukti Klinis
-
MUI Siapkan Fatwa Ganja Untuk Medis
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Kejar 100 GW PLTS, Pemerintah Percepat Transisi Energi Nasional
-
Polisi Resmi Tetapkan 13 Tersangka Kasus Day Care Little Aresha
-
IHSG Anjlok 6,6% Sepekan, Kapitalisasi Pasar Susut Rp 899 Triliun
-
Bantah Isu Bansos Dipotong, Gus Ipul: Itu Narasi Menyesatkan dan Potensi Penipuan!
-
Donald Trump Klaim Terima Usulan Baru dari Iran usai Batalkan Misi Perundingan ke Pakistan
-
Donald Trump Batalkan Keberangkatan Utusan ke Pakistan, Negosiasi Iran AS Kembali Buntu
-
Jelajah Rasa Dunia di Jakarta: MoreFood Expo 2026 Hadirkan Tren Kuliner Global dalam Satu Panggung
-
Banjir Karangan Bunga Pejabat, Begini Suasana Jelang Akad Nikah El Rumi dan Syifa Hadju
-
Cushion Dewy Finish untuk Kulit Apa? Intip 5 Rekomendasi Terbaiknya
-
Bojan Hodak Senang Lihat Bobotoh dan Aremania Berdampingan di Stadion GBLA