TANTRUM - Bandung terus bersolek untuk menyambut hari jadinya yang ke-212. Salah satunya, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bersama para penyelenggara jaringan telekomunikasi, operator telekomunikasi, penyedia jasa internet serta PT. PLN mengecat tiang listrik dan kencangkan kabel udara, Rabu 21 September 2022.
Hal itu dilakukan di seputar Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Jalan Merdeka, Jalan Aceh dan sebagian Jalan RE Martadinata. Kegiatan ditandai dengan simbolisasi pengecatan tiang oleh Sekretaris Daerah Kota Bandung Ema Sumarna.
Ema mengatakan, kegiatan pengecatan tiang dan pengencangan kabel udara sebagai upaya mewujudkan Kota Bandung yang tertib, bersih, dan indah serta menambah estetika Kota.
"Ini hanya momentum saja, sesuai arahan Wali Kota Bandung sudah saatnya bersih tertib indah dalam segala hal. Kita sudah menurunkan kabel udara ke bawah tanah 'ducting' di Dago, tidak kecuali PLN harus turun," kata Ema.
Ema menegaskan, kabel ilegal yang masih banyak ditemukan untuk segera ditertibkan.
"Kalau ada kabel ilegal dipotong saja. Hukum harus jadi panglima supaya kota ini tertib, bersih dan indah. Semua bertanggungjawab pada fungsinya masing masing," ujarnya.
Ia meminta kegiatan ini tidak sebatas seremonial semata namun dilakukan secara rutin.
"Kegiatan hari ini saya minta secara rutin setiap bulan, bahkan setiap hari," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bandung, Yayan A. Brilyana memastikan akan melakukan operasi perapihan kabel, pengecatan tiang, dan pemotongan kabel secara berkelanjutan.
Baca Juga: Mendagri Tito: Lukas Enembe Sahabat Lama, Tapi Masalah Hukum Saya Tidak Bisa Ikut Campur
"Supaya kota ini tertib, rapi, yang terutama bagi kemanan masyarakat. Karena kabel yang menjuntai berbahaya bagi masyarakat," ujarnya.
Ia mengatakan, terdapat 200 tiang yang akan dicat di sekitar Balai Kota. Selain mengecat tiang, juga akan memotong bagi kabel yang sudah tidak aktif, menarik kabel menjuntai ke jalan dan persil, dan merapikan kabel udara.
Selanjutnya memperbaiki tiang miring, pengurangan tiang serta mengecat ODC (Optical Distribution Cabinet).
"Pengguna kabel udara di Kota Bandung untuk turut serta berpartisipasi aktif dalam menjaga keamanan, kebersihan, kenyamanan dan estetika dari sisi infrastruktur telekomunikasi dan informatika," kata Yayan.
Kegiatan ini didukung penuh perusahan telekomunikasi. Salah satunya Deputi General Manager Witel Bandung Telkom Indonesia, Novitasari Kusumadewi.
Ia mengatakan, Telkom Indonesia mendukung penuh program Pemkot Bandung untuk melakukan perapihan kabel udara.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- Siapa Syekh Ahmad Al Misry? Dikaitkan Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Sesama Jenis 'SAM'
Pilihan
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
-
Amukan Si Jago Merah Hanguskan 10 Rumah dan 2 Lapak di Bintaro
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
Terkini
-
Dompet Warga AS Tercekik, Harga BBM Meroket Cepat dalam Setahun, Trump Bisa Apa?
-
Melaju ke Final Festival Liga Ramadhan, Progres Positif Kendal Tornado FC Youth
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Kolaborasi KUR BRI dan UMKM Genteng Dukung Program Pembangunan Hunian
-
Dari Majalengka ke Berbagai Kota: Genteng UMKM Menopang Program Perumahan
-
BRI Perkuat Pembiayaan UMKM Genteng di Tengah Lonjakan Permintaan Pasar
-
Gentengisasi Dorong Pertumbuhan UMKM dan Serap Tenaga Kerja Lokal
-
Didukung KUR BRI, Usaha Genteng Keluarga di Majalengka Terus Berkembang
-
Nyoman Parta: Serangan Air Keras ke Aktivis HAM Alarm Bahaya bagi Demokrasi
-
Permintaan Genteng Meningkat, Pengrajin Majalengka Butuh Tambahan Tenaga Kerja