TANTRUM - Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Dorang-874 memperkuat ke satuan patroli Lantamal IX atau wilayah perairan Provinsi Maluku yang berbatasan dengan negara tetangga Australia dan Timor Leste.
Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut IX Ambon Brigadir Jenderal TNI (Mar) Said Latuconsina mengatakan, tugas pokok KRI adalah melaksanakan patroli dan penegakan hukum di laut dalam rangka menjaga keamanan NKRI, terutama di wilayah perairan Maluku yang tergolong kaya potensi sumber daya perikanan.
Selain itu, kapal ini juga melaksanakan tugas operasi tambahan, seperti operasi SAR dan operasi militer selain perang (OMSP).
KRI Dorang-874 dikomandani Mayot Laut (P) Ardita Yudha Prawira. Nama kapal itu diambil dari spesies ikan dorang yang masuk dalam keluarga ikan bawal.
Kapal patroli cepat berukuran 60 meter (PC-60 M) ini diproduksi galangan kapal dalam negeri bersama KRI Bawal-875 yang diluncurkan pada Agustus 2022.
Bertipe kapal patroli cepat dengan panjang 60 meter, lebar 8,5 meter, dan berat total 520 ton, KRI ini terbilang cukup modern pada jenisnya karena berteknologi terkini untuk jenis kapal patroli dan dilengkapi dengan integrated management system beat system.
Dari sisi persenjataan, kapal diperkuat dengan satu pucuk senjata meriam Bofors 40 milimeter dan dua pucuk senjata mitraliur 12,5 milimeter.
Selain itu didukung radar surveillance yang mampu menjangkau hingga sekitar 100 mil, serta mampu mengakomodasi masing-masing 55 personel dan memiliki kecepatan maksimal 24 knot.
Lantamal IX Ambon saat ini membawahi empat Pangkalan Angkatan Laut (Lanal), yakni Lanal Tual, Lanal Saumlaki, serta Lanal Morotai dan Ternate di Provinsi Maluku Utara, serta tiga Pos AL meliputi Pulau Banda, Buru dan Bula.
Baca Juga: Bibit Vaksin Indovac Masih Kerja Sama dengan Negara Lain
Sedangkan armada patroli berupa dua KRI dan tiga KAL, yakni KRI Kerapu-812, KRI Posepa-870, KAL Panana, KAL Alkura, dan KAL Pulau Nustual.
"Masuknya KRI Dorang-874 dalam jajaran Satrol Lantamal IX akan berdampak sangat besar terhadap pengamanan wilayah perairan Provinsi Maluku yang berbatasan dengan negara tetangga Australia dan Timor Leste," kata Said Latuconsina.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 3 September 2026, Kesulitan Karier dan Keuangan Segera Berakhir
- Maarten Paes Mulai Kehilangan Tempat di Ajax, Petinggi PSSI Pasang Badan
- Emil Audero Cabut, Cesc Fabregas Blak-blakan Dibuat Kecewa Kiper Como
- Powder Foundation Wardah untuk Kulit Sawo Matang Shade Apa? Ini 5 Pilihannya
- Jalan Kolmas Ditutup Total 67 Hari, Polres Cimahi Siapkan Dua Jalur Alternatif
Pilihan
-
Terungkap! Sebelum Audiensi dengan Pimpinan DPR, Botok Ditelpon Prabowo
-
Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau Terdeteksi hingga Bandung, BMKG Ungkap Dua Klaster
-
Gemuruh Erupsi Gunung Anak Krakatau Terdengar Hingga Pesisir Pandeglang: Bikin Rumah Bergetar
-
Muncul Kubah Lava Baru di Gunung Anak Krakatau, PVMBG Jawab Kekhawatiran Potensi Tsunami
-
Gunung Anak Krakatau Erupsi Tengah Malam: Fenomena Lava Air Mancur Muncul
Terkini
-
Pencernaan Sehat Ikut Dukung Anak Siap Belajar
-
Regulasi Kehutanan Dinilai Mandul, Hutan Indonesia Terancam Karhutla
-
AHY: Jabatan Tak Abadi, Fasilitas Negara Jangan Dipakai Politik
-
Persija Sikat Borneo FC, Ini Klasemen Sementara Pekan I Super League 2026/2027
-
Kapolda-Pangdam Cek Karhutla Siak, Empat Wilayah Riau Jadi Atensi
-
Lantik Pengurus Golkar Jateng, Bahlil Lahadalia Targetkan Penambahan Kursi di Pemilu 2029
-
Jumenengan Hangabehi Sebatas Melengkapi Adat, Gusti Neno: Belum Ada Raja Definitif
-
Erupsi Gunung Anak Krakatau: Lampung Selatan Siaga, Masyarakat Diminta Tak Terpancing Hoaks
-
Terungkap! Sebelum Audiensi dengan Pimpinan DPR, Botok Ditelpon Prabowo
-
Link Streaming Debut Emil Audero Malam Ini Rayo Vallecano vs Racing Santander