/
Minggu, 30 Oktober 2022 | 08:57 WIB
Anthony Wallace/AFP

TANTRUM - Pesta Halloween di kawasan Itaewon, Korea Selatan, pada Sabtu (29/10) malam waktu setempat di kawasan wisata yang sangat terkenal tersebut membuat 149 orang telah dinyatakan tewas.

Selain itu, 76 terluka  Di mana, 19 orang mengalami luka serius. Dalam tragedi itu, 15 orang asing terluka dalam kecelakaan itu dan 2 orang sudah dinyatakan meninggal.

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Seoul mengatakan bahwa tidak ada warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban dalam peristiwa perayaan Halloween di Itaewon, Korea Selatan.

"Hingga pagi ini, informasi dari kepolisian menyebutkan bahwa belum diketahui adanya WNI yang menjadi korban," demikian keterangan tertulis KBRI Seoul yang diterima di Jakarta, Minggu (30/10).

KBRI Seoul sedang berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menggali informasi tentang kemungkinan adanya WNI yang menjadi korban.

Badan pemadam kebakaran menegaskan, jumlah kematian dapat meningkat lebih lanjut sebagaimana 19 orang lainnya menderita luka serius. 

Saksi mata mengatakan bahwa insiden mematikan itu terjadi di sebuah bukit dekat Hotel Hamilton Itaewon saat orang-orang jatuh dari atas jalanan berbukit, menyebabkan salingg injak pada sekitar pukul 22.20 hari Sabtu (29/10). 

Paramedis dilaporkan melakukan resusitasi jantung paru (RJP) terhadap para korban di lokasi kecelakaan. Sebanyak 142 mobil pemadam kebakaran dan kendaraan penyelamat lainnya telah dikerahkan untuk menangani kecelakaan tragis itu. 

Presiden Yoon Suk Yeol mengadakan pertemuan darurat pada Minggu (30/10) pagi di Pusat Manajemen Krisis Kantor Kepresidenan. Perdana Menteri Han Duck-soo, Menteri Dalam Negeri Lee Sang-min, Kepala Polisi Metropolitan Seoul Kim Gwang-ho dan pejabat lainnya hadir melalui tautan video.

Baca Juga: Hormati Tragedi di Itaewon, Program Inkigayo Batal Tayang Hari Ini

Load More