TANTRUM - Kecamatan Bojongloa Kaler membentuk Relawan Tim Sosial Respon (TSR) Bojongloa Kaler Sosial Respon (Bongsor) untuk mengatasi persoalan PMKS (Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial).
Ketua TSR Bongsor, Rudi Sugandi mengatakan, tim ini merupakan sinergitas dan kolaborasi dari TKSK, Karang Taruna, PSM, TP PKK, PMI, dan unsur masyarakat lainnya. Dibentuk sejak 28 Januari 2020
Ia mengatakan tim relawan bertugas untuk memastikan hak dasar dari masyarakat terpenuhi.
"Hak dasar dari masyarakat adalah kesehatan. Dari 124 ribu jiwa, tidak merata banyak yang menengah kebawah lebih banyak. Permasalahan kesehatan harus ditangani semua elemen di Bojongloa Kaler," kata dia saat menjadi narasumber Podcast Ngariung Potensi Kewilayahan di Kecamatan Bojongloa Kaler, Selasa 1 November 2022.
Rudi menjelaskan, TSR Bongsor ini biasa menangani masyarakat yang sakit untuk diantarkan ke Puskesmas atau rumah sakit. Termasuk menangani Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dan orang terlantar
"Kami juga bekerja sama dengan Puskesmas dan rumah sakit. Di wilayah Bojongloa Kaler ini ada beberapa jalan yang bahkan tidak bisa dilalui kendaraan, tapi kita perlu mengantar warga yang sakit. Kita berusaha antarkan sampai mendapat perawatan. Ituu jadi salah satu asesmen Bongsor ini," ucapnya.
Sementara itu, Humas Relawan Bongsor, Soni Daniswara mengatakan, masyarakat yang memerlukan bantuan terutama masalah kesehatan dapat melapor kepada perwakilan relawan baik RT maupun RW.
"Lalu kita lakukan asesmen. Kita bantu masalah administrasi karena harus lengkap andministrasi di masyarakat. Lalu kita tanya apa saja kebutuhannya," katanya.
"Setelah itu proses pendampingan, kita pastikan mereka mendapat pelayanan administrasi di rumah sakit. Kita pastikan pelayanan di rumah sakit berjalan sampai pasien mendapatkan kamar," imbuhnya.
Baca Juga: Kemenkes Beri Jatah 12.000 Dosis Vaksin Covid-19 Pfizer ke Kota Bandung
Soni mengatakan, masyarakat yang tidak mampu berobat ke rumah sakit bisa teradvokasi dan dibantu melalui beberapa program pemerintah baik BPJS, UHC maupun Baznas.
Relawan Bongsor juga bermitra dengan beberapa Rumah sakit seperti RS Imanuel, RS Bandung Kiwari, RS Hasan Sadikin, RSJ Cisarua dan Yayasan Nur Illahi.
"Kita berkomitmen dengan semua relawan. Kita betul betul gratis bagi masyarakat. Kita maksimalkan masyarakat tidak perlu mengeluarkan uang, dengan program UHC dari pemerintah kota Bandung dan ini sangat berguna sekali dan sangat dirasakan masyarakat," katanya.
Sedangkan Camat Bojongloa Kaler, Ayi Sutarsa menuturkan, kehadiran relawan Bongsor adalah bentuk kolaborasi pentahelix yang muncul dari masyarakat sendiri.
Ia mengatakan, Kecamatan Bojongloa Kaler merupakan kecamatan yang padat penduduk dan sebagian besar merupakan masyarakat menengah ke bawah. Maka tugas pemerintah memastikan hak dasar dari masyarakat terpenuhi seperti kesehatan, pendidikan, serta ekonomi.
"Kita harus pastikan aksebilitas terhadap akses kesehatan, pendidikan dan ekonomi masyarakat terpenuhi. Kita membuat relawan bongsor membantu masyarakat," katanya
Ia berharap, konsep relawan seperti Bongsor ini dapat diadopsi dan diaplikasikan di seluruh wilayah di Kota Bandung.
"Kenapa tidak di semua wilayah ada relawan untuk membantu meringankan masyarakat. Bisa muncul di kecamatan lain, bisa mengurangi beban masyarakat yang membutuhkan akses kesehatan," ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot
-
Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral
-
Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan
-
Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan
-
Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan
-
BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan
-
Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel
-
Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak
-
Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali