TANTRUM - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) optimis Indonesia bisa menjadi pencipta tren atau trendsetter pengembangan furnitur gaya hidup yang ramah lingkungan (eco lifestyle furniture).
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Reni Yanita, berharap pelaku industri kecil dan menengah (IKM) furnitur dan kerajinan bisa terus mengikuti tren pasar global serta aktif melakukan inovasi.
“Kami berharap para pelaku IKM furnitur dan kerajinan dapat terus mengikuti tren pasar global serta aktif melakukan inovasi, dan yang penting juga tetap menjaga kelestarian lingkungan dalam rantai pasoknya. Kami optimistis Indonesia akan bisa menjadi trendsetter dalam pengembangan eco lifestyle furniture,” katanya.
Menurut Reni, iklim tropis di Indonesia menjadi potensi besar bagi pengembangan industri furnitur dan kerajinan. Hal itu lantaran Indonesia mempunyai kekuatan keuntungan berupa melimpahnya bahan baku kayu beraneka jenis, serta bahan baku rotan dan bambu.
Melalui kekuatan dari ketersediaan bahan baku serta didukung dengan desain yang unik dan menarik, pemerintah optimistis produk furnitur Indonesia memiliki nilai tambah yang tinggi dan mampu berdaya saing global.
“Selain itu juga perlu didukung dengan konsep berwawasan lingkungan,” imbuhnya.
Kemenperin sendiri terus memfasilitasi para pelaku IKM sektor furnitur dan kerajinan untuk tampil di ajang pameran tingkat nasional dan internasional guna memperluas akses pasar dan jaringan bisnis bagi mereka.
Salah satunya melalui pameran Indonesia International Furniture Expo (IFEX) 2023 dan Jogja International Furniture and Craft Fair Indonesia (JIFFINA) 2023.
Di ajang IFEX 2023 yang dihelat di Jakarta Internasional Expo Kemayoran pada 9-12 Maret 2023, Ditjen IKMA Kemenperin memboyong 17 IKM furnitur dan kerajinan serta dekorasi rumah. S
Baca Juga: Harta Kekayaan Kepala Bea Cukai Makassar Andhi Pramono Segini, Wajar Kah?
Sementara di JIFFINA 2023 yang digelar di Jogja Expo Center pada 11-14 Maret 2023, ada 12 IKM furnitur yang mendapatkan fasilitas booth pameran.
Selain fasilitasi pada pameran nasional maupun internasional, Kemenperin juga menjalankan beragam instrumen kebijakan dalam rangka mengembangkan industri furnitur dan kerajinan, antara lain fasilitasi pusat logistik bahan baku, program revitalisasi mesin dan peralatan, serta fasilitasi politeknik furnitur.
“Selain itu kami juga menjalankan program pengembangan desain furniture, insentif tax holiday, tax allowance, serta super deduction tax untuk R&D dan vokasi. Ada pula penerapan SNI dan SKKNI serta penerbitan sertifikat TKDN,” tambahnya.
Di sisi lain, sejak 2022, pemerintah juga mendukung program Pendampingan Aku Siap Ekspor (ASE) yang merupakan kolaborasi antara Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI), Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), dan Business & Export Development Cooperation (BEDO).
Program ASE cukup berhasil untuk mempersiapkan para IKM furnitur dan dekorasi rumah yang berorientasi ekspor, agar dapat meningkatkan kompetensi dan daya saing dalam menghadapi pasar ekspor.
Pada tahun 2022, ekspor produk furnitur dan kerajinan mencapai 3,5 miliar dolar AS. Adapun negara tujuan utamanya antara lain Amerika Serikat, Jepang, Belanda, Jerman, dan Inggris.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- Promo Superindo Terbaru, Minyak Goreng Cuma Rp20 Ribuan, Susu dan Kecap Diskon Besar
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Harga Sawit Anjlok Pasca Pidato Prabowo, PKS di Riau Diimbau Beli TBS Sesuai Aturan
-
Heboh! Bocah Tertangkap Curi Dompet Menangis Minta Diviralkan
-
Mendagri Tito: Mayoritas Wilayah Terdampak Banjir di Sumatera Berangsur Normal
-
Maimon Herawati Ungkap 'Silent Hero' di Balik Bebasnya 428 Relawan Global Sumud Flotilla
-
Guru Honorer di Riau Mengajar hingga Akhir 2026, Gaji Diambil dari Dana BOS
-
Janji Humanis Cuma Slogan? Aksi Kasar Satpol PP Usir Tukang Es Krim di CFD Jakarta Panen Kecaman
-
Barry Likumahuwa Tampil di POP: SELAH, Ruang Ibadah Musik yang Intim di Jakarta
-
Sinyal Hijau Membawa Petaka? Menelusuri Penyebab Tabrakan Argo Bromo vs KRL di Bekasi Timur
-
Mangkir Dua Kali, Polisi Bakal Jemput Paksa Terduga Pelaku Pemerkosa Siswi SLB Kalideres
-
Ditentukan Malam Ini: Hitung-hitungan Emil Audero dan Cremonese Lolos Degradasi Serie A