/
Rabu, 14 September 2022 | 08:35 WIB
Mantan Kadiv Propam, Ferdy Sambo bisa lolos dari jerat pembunuhan. Ketua Komnas HAM tidak menemukan ada perintah pada Bharada E untuk membunuh. (suara.dom)

"Sambo kan bilang tembak (Brigadir J) biar bikin jera agar tidak bunuh istri saya," jelasnya. 

"Ini Richard (Bharada E) salah tangkap hingga tembak sampai mati (Brigadir J),” katanya.

Bukan untuk membunuh

Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik. (sumber: tvone)

Kata Taufan, perintah penembakan yang diucapkan mantan Ferdy Sambo pada saat pembunuhan Brigadir J, bukan berarti bisa ditafsirkan membunuh. 

Dijelaskan Taufan, perintah penembakan bisa bermakna hanya melakukan penembakan, bukan membunuh Brigadir J. 

Dari sana Taufan mengatakan, perintah penembakan ini hanya memberi efek jera. 

Di sana Taufan menyebut, hal itulah bisa menjadi salah persepsi dari Richard Eliezer atas perintah Ferdy Sambo.

Richard yang pada kesaksian sebelumnya, mengaku mendapat perintah menembak dari Ferdy Sambo, bisa menjadi rancu. 

Kata Taufan, bisa jadi kemungkinan jika perintah menembak hanya untuk melukai.

“Richard (Bharada E) bilang saya disuruh menembak. Itu (menembak) kan berarti bukan disuruh membunuh," kata Taufan . 

Baca Juga: Tes Kepribadian: Gambar Apakah yang Pertama Kali Anda Visualisasikan

"Sambo kan bukan bilang ’bunuh Richard, bunuh’" kata Taufan. (*)

Load More