SuaraTasikmalaya.id - Seorang peneliti percaya, bahwa wanita membutuhkan setidaknya dua hari untuk mengurus diri sendiri.
Saat seorang anak bayi baru dilahirkan, pada saat itu pula seorang ibu memiliki tugas terbarunya. Namun, fakta bahwa seorang wanita tak memperoleh satu tugas.
Yang mana saat wanita tersebut menjadi seorang ibu, ia tidak lagi berarti bahwa dia berhenti menjadi orang dengan keinginan, impian, dan kebutuhan individu yang dapat menggunakan waktu untuk istirahat.
Seorang survei yang berasala dari perusahaan besar Amerika, Amerika Welch's menggambarkan bahwa betapa besarnya tanggung jawab seorang ibu dalam mendidik anak-anaknya.
Perusahaan tersebut pun, menghitung dengan tepat dari berapa banyaknya pekerjaan yang dilakukan seorang ibu. Sama kaitannya dengan seseorang yang memiliki pekerjaan formal.
Para peneliti menemukan bahwa, seorang ibu bekerja rata-rata 98 jam seminggu, yang berarti sekitar 14 jam sehari.
Walaupun menghadapi rutinitas yang padat, kebutuhan ibu untuk istirahat memang terpendam.
Dalam sebuah pernyataan seorang profesor psikologi mengatakan para ibu membutuhkan setidaknya dua hari untuk memiliki waktu untuk diri mereka sendiri.
Menurutnya, istirahat yang dibutuhkan oleh seorang ibu tersebut dapat membantu untuk lebih menyeimbangkan hubungan keluarga.
Selain itu, sebuah penelitian yang diterbitkan di Wisconsin Medical Journal menemukan bahwa wanita yang berlibur setidaknya dua kali setahun cenderung tidak tegang, depresi, atau lelah.
Baca Juga: Tes Kepribadian: Gambar Apakah yang Pertama Kali Anda Visualisasikan
Dan bagaimana pendapat Anda bahwa seorang ibu harus berlibur?
Istirahat dan menjadi ibu tampak seperti dua kata yang tidak bisa hidup berdampingan dalam satu kalimat.
Namun, seorang digital influencer dari blog “A Mother Far From Home” memberikan beberapa tips bagi para ibu untuk mendapatkan jangka waktu untuk merasakan rehat sejenaknya.
Periksalah beberapa hal berikut, guna membantu seorang Ibu untuk istirahat dari kegiatan mereka.
Mencoba mengatur ulang masa periode.
Yang mana, kegiatan tersebut pun masih dibutuhkan oleh Anda untuk memperediksi kebutuhan dalam rumah.
walaupun, kadang kala banyak yang perubahan yang tak sesuai dengan perediksi dari seorang ibu.
Hingga, jika nantinya ada waktu senggang, bisa digunakan oleh Anda ini untuk menghabiskan hair yang lebih tenang, dan lebih leluasa melakukan kegiatan yang Anda gemari.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- Promo Superindo Terbaru, Minyak Goreng Cuma Rp20 Ribuan, Susu dan Kecap Diskon Besar
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Guru Honorer di Riau Mengajar hingga Akhir 2026, Gaji Diambil dari Dana BOS
-
Janji Humanis Cuma Slogan? Aksi Kasar Satpol PP Usir Tukang Es Krim di CFD Jakarta Panen Kecaman
-
Barry Likumahuwa Tampil di POP: SELAH, Ruang Ibadah Musik yang Intim di Jakarta
-
Sinyal Hijau Membawa Petaka? Menelusuri Penyebab Tabrakan Argo Bromo vs KRL di Bekasi Timur
-
Mangkir Dua Kali, Polisi Bakal Jemput Paksa Terduga Pelaku Pemerkosa Siswi SLB Kalideres
-
Ditentukan Malam Ini: Hitung-hitungan Emil Audero dan Cremonese Lolos Degradasi Serie A
-
Kudus dan Malang Lahirkan Juara Baru, Coach Timo Kantongi Nama Calon Pemain untuk MLSC All-Star
-
Polisi Patroli Skala Besar Antisipasi Begal Hingga Tawuran
-
Hati-hati! Polisi Ungkap Sindikat Haji Ilegal dengan Tarif Rp300 Juta, Begini Modusnya
-
'Kami Diperlakukan Seperti Hewan!' Kesaksian Relawan Indonesia yang Ditawan Militer Israel