- Yair Golan mengkritik operasi militer terhadap Ali Khamenei karena dianggap gagal meningkatkan keamanan Israel pada Kamis, 9 April.
- Golan menilai strategi perang pemerintah Benjamin Netanyahu tidak efektif dan mendesak adanya strategi keluar dari konflik tersebut.
- Anggota DPR AS, Yassamin Ansari, mengajukan pemakzulan terhadap Trump dan Pete Hegseth atas tindakan militer yang dianggap berbahaya.
Suara.com - Ketua Partai Demokrat Israel, Yair Golan, melontarkan kritik tajam terhadap operasi militer yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.
Menurut Yair Golan, aksi tersebut sebagai kesalahan yang tidak membawa dampak positif bagi keamanan Israel.
Dalam wawancara dengan radio militer Israel, Golan menegaskan bahwa pendekatan militer tidak selalu menjadi solusi utama.
“Pembunuhan Khamenei adalah kesalahan dan tidak berkontribusi pada keamanan Israel. Tidak semua hal bisa diselesaikan dengan kekuatan militer,” ujarnya dilansir dari Channel 14, Kamis (9/4).
Golan juga menyinggung gencatan senjata dengan Iran yang menurutnya mencerminkan kegagalan strategi perang pemerintah Benjamin Netanyahu.
Golan menyebut situasi ini sebagai tragedi Israel dan menekankan pentingnya strategi keluar dari konflik.
“Ketika Anda memulai perang, Anda harus tahu bagaimana cara mengakhirinya,” kata mantan wakil kepala staf militer tersebut.
Pernyataan terbaru Golan ini bertolak belakang dengan sikapnya sebelumnya.
Pada akhir Februari lalu, Golan justru memuji operasi pembunuhan Ali Khamenei sebagai langkah besar.
Baca Juga: Netanyahu Tolak Hentikan Perang: Tangan Kami Masih Menempel di Pelatuk!
Kondisi tak jauh berbeda juga dialami oleh presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Bahkan Trump diguncang isu pemakzulan. Anggota DPR AS dari Partai Demokrat, Yassamin Ansari, mendorong pemakzulan terhadap Trump dan Menteri Perang Pete Hegseth.
Ansari, politisi keturunan Iran pertama yang terpilih di Kongres, menuduh Hegseth sebagai pendorong utama di balik aksi militer yang ia sebut berbahaya.
"Saya mengajukan pasal-pasal pemakzulan terhadap Pete Hegseth karena berulang kali melanggar sumpah jabatan dan kewajibannya terhadap Konstitusi,” ujarnya dilansir dari NY Post.
Ansari juga menegaskan bahwa hanya Kongres yang berwenang menyatakan perang.
“Bukan presiden yang bertindak sendiri atau para pendukungnya. Tindakan sembrono ini membahayakan prajurit AS dan dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang,”
Selain pemakzulan, Ansari mendesak kabinet untuk mempertimbangkan penggunaan Amandemen ke-25 guna mencopot Trump dari jabatannya.
Berita Terkait
-
Netanyahu Tolak Hentikan Perang: Tangan Kami Masih Menempel di Pelatuk!
-
Serangan Israel di Lebanon Tewaskan 254 Orang, Iran Bakal Balas Dendam?
-
Harga Minyak Dunia Mendidih Lagi, Tapi di Bawah USD 100/Barel
-
Iran Minta AS Tertibkan 'Anjing Gila' Israel, Siap-siap Batalkan Gencatan Senjata!
-
Wapres AS JD Vance Sebut Iran Bodoh Jika Gagalkan Gencatan Senjata Gegara Lebanon
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Wajah Baru Bogor Barat, 6 Stasiun Kereta Siap Garap Jalur Parung Panjang - Jasinga
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik