- Striker muda Macarthur FC, Luke Vickery, masuk dalam radar naturalisasi Timnas Indonesia dan sudah mendapat restu dari pelatih John Herdman.
- Vickery secara terbuka menyatakan minatnya untuk membela skuad Garuda dan telah berkomunikasi langsung dengan Herdman mengenai visi tim.
- PSSI melalui Ketua BTN, Sumardji, mengonfirmasi bahwa proses naturalisasi pemain kelahiran Hawaii yang pernah membela Australia U-20 ini sedang menuju tahap serius.
Suara.com - Upaya PSSI untuk memperkuat daya gedor Timnas Indonesia terus berlanjut dengan masuknya nama Luke Vickery ke dalam radar naturalisasi.
Striker muda kelahiran Hawaii tersebut dikabarkan sudah mendapat lampu hijau dari pelatih John Herdman untuk segera membela skuad Garuda.
Kabar ini bahkan turut menjadi sorotan media Thailand, Ball Thai, yang menyebut Vickery tengah mempersiapkan proses pergantian kewarganegaraan.
"Asosiasi Sepak Bola Indonesia (PSSI) telah mengonfirmasi bahwa Luke Vickery, seorang pemain sayap dari klub liga Australia MacArthur FC, sedang bersiap untuk memulai proses perubahan kewarganegaraannya untuk bermain bagi tim nasional Indonesia setelah menerima saran langsung dari pelatih tim, John Herdman," tulis media Thailand, Ball Thai, dikutip pada Kamis (9/4/2026).
Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, pun memberikan sinyal positif terkait kabar ini. Ia tidak menampik bahwa proses naturalisasi pemain berusia 20 tahun itu sedang diarahkan ke tahap yang lebih serius.
“Kami sedang menuju ke proses sana (naturalisasi),” kata Sumardji saat dihubungi oleh para wartawan.
Ketertarikan Vickery untuk membela Timnas Indonesia bukanlah isapan jempol belaka. Dalam sebuah wawancara di kanal YouTube milik Yussa Nugraha, ia secara terbuka menyatakan minatnya untuk mengenakan seragam Merah Putih.
Pemain yang bisa beroperasi sebagai striker dan penyerang sayap ini mengaku sudah berkomunikasi langsung dengan pelatih John Herdman.
"Iya, saya sudah berkomunikasi dengannya (John Herdman). Kita sudah bicara beberapa kali dan saya suka visinya bersama Timnas Indonesia. Iya, itu akan sangat menarik," ujar Luke Vickery.
Baca Juga: Patrick Kluivert Akhirnya Kembali ke Indonesia, Masyarakat Diminta Jangan Menghina
Ia bahkan mengungkapkan antusiasmenya untuk bisa bermain di hadapan puluhan ribu suporter fanatik Indonesia.
"Saya pasti akan terbuka untuk itu (membela Timnas Indonesia) dan tentunya sangat menarik berada di tim Nasional. Bermain di depan puluhan ribu suporter Indonesia, saya pikir akan menjadi pengalaman yang luar biasa. Saya pasti akan mempertimbangkannya," tambahnya.
Vickery juga memiliki ambisi besar untuk membantu Skuad Garuda mengukir sejarah di panggung dunia.
“Jika saya membela Timnas Indonesia suatu hari nanti, saya akan dengan senang hati membantu skuad Garuda lolos Piala Dunia untuk pertama kalinya,” tegas pemain berpostur 183 cm tersebut.
Secara garis keturunan, Vickery memenuhi syarat untuk membela Indonesia karena nenek dari pihak ibunya lahir di Medan, Sumatera Utara.
Meski begitu, ia sebenarnya juga memiliki hak untuk membela tiga negara: Amerika Serikat (tempat kelahirannya), Australia (negara tempat ia tumbuh), dan Indonesia.
Berita Terkait
-
Blak-blakan John Herdman di Depan Erick Thohir, Tuntut PSSI Perbaiki Masalah Ini
-
Pundit Belanda Kritik keras Maarten Paes Usai Ajax Telan Pil Pahit Lagi
-
Performa Dean Zandbergen yang Bikin Timnas Indonesia Harus Segera Rekrut Naturalisasi
-
Wiljan Pluim Bongkar Skandal Paspor, Soroti Dampaknya ke Pemain Timnas Indonesia
-
Vietnam dan Indonesia Hancurkan Malaysia di 2 Cabor! Futsal dan Sepak Bola
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
Pilihan
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
Terkini
-
Blak-blakan John Herdman di Depan Erick Thohir, Tuntut PSSI Perbaiki Masalah Ini
-
Barcelona Dipermalukan Atletico, Hansi Flick Semprot Wasit: Buat Apa Ada VAR!
-
Keok di Menit Akhir, Rui Borges Peringatkan Arsenal: Sporting CP Siap Beri Kejutan di Emirates
-
Kalah 0-2 Tapi Kuasai Laga dengan 10 Pemain, Hansi Flick Pede Barcelona Balas Atletico di Leg Kedua
-
PSG Bungkam Liverpool 2-0, Kvaratskhelia: Kami Harusnya Bisa Bantai Mereka
-
Jadi Pahlawan Persib Lawan Semen Padang, Ramon Tanque Ungkap Makna Selebrasi Uniknya
-
Hasil Liga Champions Tadi Malam: Barcelona Tumbang di Kandang, PSG Jinakkan Liverpool 2-0
-
Pundit Belanda Kritik keras Maarten Paes Usai Ajax Telan Pil Pahit Lagi
-
Raih Gelar Young Player of The Month, Muhammad Ragil Ingin Terus Belajar
-
Luis Enrique Tegaskan PSG vs Liverpool Tanpa Favorit