SuaraTasikmalaya.id – Terkait dugaan pembunuhan berencana terhadap Brigadir, diduga bukan Ferdy Sambo yang menjadi dalang pembunuhan.
Dalam hal ini Ferdy Sambo diduga hanya termakan isu soal pelecehan yang hingga saat ini tidak bisa dibuktikan.
Ferdy Sambo mengaku dirinya marah besar hingga gelap mata ketika istrinya mengaku diperkosa Brigadir J.
Akan tetapi, tentang bukti dan saksi, Ferdy Sambo sendiri diduga tidak mengetahuinya.
Melihat fakta tersebut, kuasa hukum keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak menilai jika dalang pembunuhan berencana Brigadir J bukanlah Ferdy Sambo.
Dia juga menyinggung soal janji uang kepada para terdakwa sesudah pembunuhan terjadi, di mana Putri Candrawathi diduga yang pertama kali mengucap hal tersebut.
Atas keterangan para saksi yang sudah tertuang dalam dakwaan, Kamaruddin mengatakan jika dirinya berkeyakinan Putri Candrawathi istri Ferdy Sambo adalah diduga dalang pembunuhan.
Pernyataan yang mengejutkan terkait kematian kliennya, benar-benar di luar dugaan.
Lantaran sejauh ini public meyakini jika Ferdy Sambo adalah orang yang diduga menjadi dalang pembunuhan.
Kamaruddin melihat Putri Candrawathi alias PC menjadi otak dibalik insiden pembunuhan Brigadir J.
Dia melihat jika Ferdy Sambo diduga hanya mengikuti skenario Putri Candrawathi.
Tentang alasan menyebut Putri sebagai diduga dalang adalah tentang uang yang disiapkan dan bagaimana Putri memberi pengakuan soal pelecehan pada Ferdy Sambo.
"Putri ikut merancang pembunuhan itu. (Putri) Menyiapkan uangnya. Ada perannya, jelas menyiapkan uangnya dan (diduga) merancang pembunuhannya," kata Kamaruddin Simanjuntak.
Dengan kondisi tersebut, Kamaruddin mengatakan sudah tepat jika Putri Candrawathi dijerat pasal 340 KUHP, yakni ancaman vonis maksimal, yakni hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup.
"Sudah (tepat dijerat Pasal 340) yang seharusnya lebih dulu digantung dia (Putri Candrawathi) karena dialah otaknya,” katanya.
Kamaruddin menyebut, kasus ini terjadi lantaran Ferdy Sambo terbawa omongan Putri.
“Sebetulnya Ferdy Sambo itu ngikutin dia (Putri), karena dia (diduga) hasratnya tidak terpuaskan," ungkap Kamaruddin.
Kamaruddin menuding Putri mendalangi lantaran malu atas sikapnya pada Brigadir J.
Dia menduga jika Putri yang pertama kali melakukan dugaan upaya melakukan hubungan intim dengan Brigadir J.
Akan tetapi saat itu Brigadir J menolak, lalu terjadilah drama tersebut hingga menewaskan sang ajudan ‘kesayangan’.
Putri Candrawathi kata Kamaruddin, melakukan hal demikian dikarenakan tidak bisa mendapatkan kepuasan dari Brigadir J.
"Tidak sampai dia (Putri) mendapatkan kepuasan itu (hasrat) dari Josua (Brigadir), maka dia provokasi suaminya dengan menuduh Josua kurang ajar," ujarnya.
Secara terang-terangan Kamaruddin menuding jika Putri telah sengaja menggoda Brigadir J, akan tetapi gagal.
Putri Candrawathi disebut sangat berhasrat pada Brigadir J, namun niat dan keinginannya tidak tersalurkan.
Lantas Kamaruddin menduga Putri marah dan tersinggung lantaran keinginannya hubungan intim ditolak Brigadir J.
Maka harga mahal yang harus dibayar Brigadir J, yakni dihabisi secara sadis dan biadab.
"Peran Putri Candrawathi pertama menggoda Brigadir J,” katanya.
“Dia (Putri) menggoda supaya diperkosa, tapi enggak kesampaian,” ucap Kamaruddin.
“Karena Brigadir J pernah mendengar khotbahnya Pendeta Gilbert Lumoindong, dia pendeta terkenal 'kalau kamu digoda wanita yang tidak kamu kehendaki kamu berlari, bukan mendekat'. Nah Yosua (Brigadir J) sudah benar dia berlari keluar," tuturnya.
Kemudian hal yang tidak lazim kata Kamaruddin adalah mengundang kembali Brigadir J ke kamar dan berbicara tentang hal sensitif.
Pemanggilan Brigadir J ini dinilai tak wajar, dimana Putri yang mengaku sebagai korban perkosaan mengundang kembali lelaki yang sudah memerkosanya.
Di sana berdasar pengakuan Putri, adalah meminta Brigadir J mengundurkan diri lantaran sudah berbuat tidak senonoh.
"Kedua, fakta perbuatannya (Putri Candrawathi istri Ferdy Sambo) dia mengundang lagi ke kamar tidurnya, ini kan tidak lazim," kata Kamaruddin. (*)
Berita Terkait
-
Keluarga Brigadir J Siap Bertarung di Persidangan, Kamaruddin Ungkap Penyandang Dana
-
Akhirnya Terungkap Bharada E Sebelum Tembak Brigadir J: Bang Lari Bang, Pengacara Ungkap Akhirnya Ditembak Juga
-
Ternyata Ini Sosok yang Disayang AKP Rita Yuliana, Warganet: Gimana Caranya Supaya Berjodoh?
-
Lama Disimpan, Akhirnya Peristiwa Perkosaan di Magelang Dibongkar Pengacara Brigadir J, Yoshua Dipaksa Intim: Karena Ketahuan, Dia Malu
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Pengendalian Industri Tembakau Picu Menjamurnya Rokok Ilegal
-
Bank Sumsel Babel Pacu Digitalisasi Keuangan Daerah, Banyuasin Percepat Implementasi KKPD
-
Di Tengah Ramai Desakan Tes Urine, Prima Salam Kembali Muncul di Acara Gerindra
-
Rp160 Miliar Diduga Tak Pernah Masuk Kas Daerah, Aktor Utama Korupsi Sungai Lalan Dibidik
-
Dari Apel Premium hingga Cokelat, Gaya Hidup Sehat Ala Selandia Baru Hadir di Indonesia
-
PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang
-
Meski Angkat Koper, Arda Guler Selamatkan Wajah Timnas Turki di Piala Dunia 2026
-
Cerita Fajar Nugra Ubah Penampilan demi Film Pemikat Jiwa
-
Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang
-
Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA