SuaraTasikmalaya.id- Batalnya Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia FIFA U-20, masih menyimpan luka bagi sepakbola Indonesia.
Tidak ada yang tahu pasti alasan FIFA mencabut status tuan rumah Piala Dunia FIFA U-20 di Indonesia.
Banyak yang berspekulasi alasan FIFA membatalkan Piala Dunia U-20 di Indonesia karena penolakan terhadap Tim Nasional Israel.
Dugaan penolakan terhadap Timnas Israel menjadi yang paling kuat, karena terbukti adanya oleh pihak-pihak tertentu termasuk kelas Gubernur sekalipun.
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dan Gubernur Bali, I Wayan Koster. Dituding menjadi biang keladi atas batalnya Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20.
Namun, tak sedikit juga yang berpendapat bahwa FIFA membatalkan Piala Dunia U-20 di Indonesia karena disebabkan oleh Stadion Jakarta International Stadium (JIS).
Dilansir dari akun Twitter @abu_waras pada Minggu, (2/4/2023), berpendapat bahwa penyebab dicabutnya status tuan rumah Piala Dunia di Indonesia karena Stadion JIS tidak dijadikan venue gelaran sepakbola Piala Dunia U-20.
“Jadi gini, Ada lagi bocoran kalau Pildun U-20, Dibatalkan FIFA Karena Alasannya Stadion JIS Yang Merupakan Stadion Level Dunia tidak dijadikan untuk Venue Gelaran Sepakbola Bergensi Tersebut, yang Akhirnya Membuat Presiden FIFA Kecewa Setelah Tahu Alasannya Politis.” tulis akun Twitter @abu_waras pada postingannya yang dikutip tasikmalaya.suara.com.
Dari pernyataan itu, ada juga warganet yang berkomentar berkenaan tentang pendapat tersebut.
Baca Juga: Dikabarkan akan Segera Menikah, Ini 5 Potret Raline Shah yang Juga Finalis Puteri Indonesia 2008
“Stadion yg pagarnya pernah roboh. Akses masuk cuman satu. Cuman keliatan bagus diluar didlmnya sekelas stadion kecamatan,” tulis akun @keena******.
“Analisa elo masuk akal juga Bang. Tapi pasti ditolak oleh kelompok sebelah, walaupun dgn alasan yg dipaksakan & kadang2 tdk masuk akal waras,” tulis @dwi_ira********. (*)
Berita Terkait
-
Pujian untuk Shin Tae-yong dari Jokowi
-
Adopsi Teknologi Jepang Jerman, Pupuk Indonesia Siap Kembangkan Industri Green Amonia
-
Erick Thohir Akan Kembali Temui FIFA untuk Lobi Jangan Kasih Sanksi ke Indonesia
-
Mungkinkah Timnas Indonesia U-20 Asuhan Shin Tae-yong Bersatu Berlaga di Liga 1 Indonesia?
-
Uji Coba Cakep Timnas Sea Games, Pemain Piala Dunia U20 Bisa Turun
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?