SUARA TASIKMALAYA – Buntut kasus perselingkuhan, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) ikut meminta Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) untuk boikot Syahnaz Sadiqah dan Rendy Kjaernett dari Televisi.
Sebelumnya, Komnas Perlindungan Anak juga sempat mendesak KPI untuk memboikot Syahnaz dan Rendy dari TV.
Menurut Komisioner KPAI, Jasra Putra, kasus perselingkuhan Rendy dan Syahnaz ini bisa berdampak buruk terhadap tumbuh kembang dan psikologis anak.
“Jadi dampak dari pada konflik keluarga ini kan sangat luar biasa ya, yang jelas ketika orang tua bertengkar maka situasi pertengkaran ini berdampak buruk kepada anak, tumbuh kembangnya dan perkembangan psikologinya,” ungkap Jasra Putra, dikutip dari kanal YouTube Intens Investigasi, Rabu (5/7/2023).
Jasra mengaku sangat menyayangkan kabar perselingkuhan yang sempat viral itu.
“Dalam kasus yang terjadi ini sebetulnya kita sangat menyayangkan ya betapa ikatan keluarga yang sangat mulia tersebut tidak bisa dijaga oleh masing-masing pasangan,” katanya.
Lebih lanjut, Jasra meminta KPI untuk memboikot Syahnaz dan Rendy dari layar kaca, lantaran kehadiran keduanya dapat memberikan dampak buruk bagi anak-anak.
“Tentu kita berharap KPI bisa mendorong bagaimana penyiaran publik kita ini betul-betul berkualitas, dan bisa memastikan tumbuh kembang anak kita berjalan dengan baik,” ucap Jasra. (*)
Baca Juga: Sama-Sama Berzodiak Scorpio, Kelakuan Syahnaz Sadiqah Disamakan dengan Gisella Anastasia
Berita Terkait
-
Lady Nayoan Tolak Lihat Foto Bersama Randy Kjaernett, Ungkap Alasan Menyimpan Memori Pahit!
-
Ekspresi Jeje Govinda saat Ngeband Usai Diselingkuhi Syahnaz Sadiqah Jadi Sorotan
-
Bukan Gimmick Sinetron, Perselingkuhan Rendy Kjaernett dan Syahnaz Sadiqah Hentikan Syuting, Netizen Syok!
-
Rendy Kjaernett Akui Perselingkuhan dan Pamer Doa di Gereja, Netizen Curiga Tak Ada Taubat yang Nyata, Benarkah?
-
Main Drum di Tengah Isu Syahnaz Sadiqah Selingkuh, Ekspresi Jeje Govinda Dibilang Banyak Beban
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
Terkini
-
Nama Masuk Pencarian Penyidik, Silmy Karim Penuhi Panggilan KPK
-
Kegagalan Investasi TaniHub Risiko Bisnis, Bukan Tindak Pidana
-
Kritik Kunjungan LN Prabowo, Mahfud MD: Terlalu Sering Itu Boros, Produknya Harus Jelas!
-
Perubahan Nasib Iwan Tuaji dalam 15 Bulan: Dilantik Jadi Wabup, Kini Ditahan
-
Eks Dirut BVI Bantah Terima Kickback dari Investasi TaniHub
-
FESyar Sumatera 2026 Hadir di Palembang, Ada 122 UMKM Halal dan Tabligh Akbar Habib Syech
-
Rupiah Melemah Jadi Berkah, Wisatawan Malaysia Makin Gencar Belanja di Pontianak
-
Detik-detik Wamen Imipas Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK, Ajudan Dorong Awak Media
-
Perubahan Nasib Dadan Hindayana dalam 48 Jam: Dari Pimpinan BGN hingga Berompi Tahanan
-
Lebanon Pilih Jalur Diplomasi untuk Akhiri Konflik dengan Israel