/
Sabtu, 05 Agustus 2023 | 16:09 WIB
Pimpinan Ponpes Al Zaytun, Panji Gumilang sebelum jadi tersangka karena dituding menyebarkan ajaran sesat ke para santri. (YouTube/Al-Zaytun Official)

SUARA TASIKMALAYA - Setelah ditetapkan menjadi tersangka, mantan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun bersuara ajaran sesat dari Panji Gumilang hanya hoaks saja.

Hal ini dibuktikan saat mantan santri Ponpes Al Zaytun, Muhammad Ikhsan saat mengenyam pendidikan di sana, dan langsung dipimpin oleh Panji Gumilang.

Masyarakat menilai hanya menilai kalau Ponpes Al Zaytun sudah mempunyai stigma buruk. Ucapan tersebut saat Ikhsan hadir dalam Diskusi Polemik MNC Trijaya, pada Sabtu (5/8/2023).

Stigma buruk tersebut tentunya berdampak terhadap dirinya yang sudah menjadi salah satu alumni santri dari Al Zaytun.

"Jadi itu nggak perlu diucapkan lagi ya. Itu sebagai stigma buruk buat kami yang mempunyai identitas yang dicantumkan sebagai alumni dan santri," tutur Ikhsan.

Terlebih lagi, ajaran dari pemberian Panji Gumilang yang dinilai sesat tidak pernah diberikan ke para santri di Al Zaytun. Melainkan ke jemaah dari NII.

"Ajaran yang selama ini tuh yang Panji Gumilang dianggap sesat. Justru diajarkannya bukan kepada kami sebagai santri Al Zaytun. Tapi kepada jemaah NII," paparnya.

Dari peristiwa tersebut, Ikhsan menilai kalau Al Zaytun punya dua dimensi yang berbeda. Pertama, pada pembangunan yang mewah. Kedua, santri atau jemaahnya sudah diakui Hendropriyono.

"Al Zaytun sebenarnya itu mempunyai dua dimensi. Dimensi pertama itu memang apa yang terlihat di mata yaitu kompleks mahal yang tempat saya bersekolah di pesantren itu sendiri," bebernya.

Baca Juga: 7 Potret Nathalie Holscher Pamer Tato, Sejak Mualaf Berusaha Dihapus

"Kemudian dimensi lain adalah jamaah yang hari ini sudah diakui oleh negara melalui pernyataannya Pak Hendropriyono lewat pernyataannya Pak Mahfud MD yaitu NII," katanya.

Sebelumnya juga Ikhsan pernah membantah adanya ajaran tersebut ketika ia jadi santri. Meski saat ini ia pun tidak bisa mengelak kalau ajaran Panji Gumilang sudah melenceng.

Namun, untuk ajaran dari Panji Gumilang saat ia masih jadi santri. Ikhsan merasa sakit hati karena Al Zaytun sudah dianggap buruk sejak awal berdiri di Indramayu.(*)

Load More