SUARA TASIKMALAYA - Setelah ditetapkan menjadi tersangka, mantan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun bersuara ajaran sesat dari Panji Gumilang hanya hoaks saja.
Hal ini dibuktikan saat mantan santri Ponpes Al Zaytun, Muhammad Ikhsan saat mengenyam pendidikan di sana, dan langsung dipimpin oleh Panji Gumilang.
Masyarakat menilai hanya menilai kalau Ponpes Al Zaytun sudah mempunyai stigma buruk. Ucapan tersebut saat Ikhsan hadir dalam Diskusi Polemik MNC Trijaya, pada Sabtu (5/8/2023).
Stigma buruk tersebut tentunya berdampak terhadap dirinya yang sudah menjadi salah satu alumni santri dari Al Zaytun.
"Jadi itu nggak perlu diucapkan lagi ya. Itu sebagai stigma buruk buat kami yang mempunyai identitas yang dicantumkan sebagai alumni dan santri," tutur Ikhsan.
Terlebih lagi, ajaran dari pemberian Panji Gumilang yang dinilai sesat tidak pernah diberikan ke para santri di Al Zaytun. Melainkan ke jemaah dari NII.
"Ajaran yang selama ini tuh yang Panji Gumilang dianggap sesat. Justru diajarkannya bukan kepada kami sebagai santri Al Zaytun. Tapi kepada jemaah NII," paparnya.
Dari peristiwa tersebut, Ikhsan menilai kalau Al Zaytun punya dua dimensi yang berbeda. Pertama, pada pembangunan yang mewah. Kedua, santri atau jemaahnya sudah diakui Hendropriyono.
"Al Zaytun sebenarnya itu mempunyai dua dimensi. Dimensi pertama itu memang apa yang terlihat di mata yaitu kompleks mahal yang tempat saya bersekolah di pesantren itu sendiri," bebernya.
Baca Juga: 7 Potret Nathalie Holscher Pamer Tato, Sejak Mualaf Berusaha Dihapus
"Kemudian dimensi lain adalah jamaah yang hari ini sudah diakui oleh negara melalui pernyataannya Pak Hendropriyono lewat pernyataannya Pak Mahfud MD yaitu NII," katanya.
Sebelumnya juga Ikhsan pernah membantah adanya ajaran tersebut ketika ia jadi santri. Meski saat ini ia pun tidak bisa mengelak kalau ajaran Panji Gumilang sudah melenceng.
Namun, untuk ajaran dari Panji Gumilang saat ia masih jadi santri. Ikhsan merasa sakit hati karena Al Zaytun sudah dianggap buruk sejak awal berdiri di Indramayu.(*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Piala Dunia 2026 Tanjung Verde vs Arab Saudi, Laga Panas Demi Tiket 32 Besar
-
Cerita Warga Venezuela Andalkan Informasi Medsos karena Data Korban Gempa Simpang Siur
-
Melawan AI, Naoki Urasawa Rilis Manga Baru Bertema Eksistensi Manusia!
-
Purbaya Klaim Pendanaan Rp 304 T dari China Bukan Utang, Terus Apa?
-
Peserta KDMP Meninggal saat Latsarmil, Mensesneg: Baru Hari Kedua, Belum Berat, Diduga Riwayat Sakit
-
Pasokan HGBT Menipis, Apa Aksi Bahlil?
-
Mekanisme Keberatan Jadi Instrumen Perlindungan Dalam Sengketa Merek dan Hak Cipta
-
Dituding Acuh saat Thariq Halilintar Buka Kado, Aaliyah Massaid Beri Klarifikasi Menohok
-
Investor Harus Waspada, Pasar Saham RI Belum Lolos dari Ancaman MSCI
-
7 Bank RI Telah Tutup Sepanjang 2026, Apa Masalahnya?