/
Selasa, 22 Agustus 2023 | 16:35 WIB
Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto. Sekertaris Umum FPI, Buya Husein, menyatakan hingga saat ini FPI belum menentukan pilihan soal dukungannya terhadap salah satu capres. (Dok: Golkar)

SUARA TASIKMALAYA - Helatan pemilu 2024 tak akan lama lagi. Hingga saat ini ada tiga bakal calon presiden yang namanya kerap disebut-sebut dan jadi perbincangan media.

Dari deretan tiga nama itu, di antaranya adalah Prabowo Subianto, Anies Baswedan, dan Gajar Pranowo.

Mereka masing-masing sudah ditetapkan partai sebagai bakal calon presiden. Namun, selain ada kekuatan partai politik, yang harus diperhitungkan juga adalah tokoh masyarakat.

Hampir semua bakal calon presiden mendatangi tokoh masyarakat untuk meminta doa dan dukungan.

Nah terkait dukungan itu, ada satu tokoh yang pernah menggemparkan Jakarta dan Indonesia, serta dipenjara.

Tokoh tersebut disebut-sebut tidak akan memilih bakal calon presiden dari Gerindra, Prabowo Subianto.

Hal itu setidaknya terlihat dari baliho berukuran besar terpampang di kawasan Bogor, Jawa Barat. 

Di baliho itu tampak foto Imam Besar Front Persaudaraan Islam (FPI) Habib Rizeq Shihab, yang belum terkonfirmasi kebenaran atas stetmen tersebut.

"Kami warga Bogor, 2024 satu komando IBHRS," demikian isi tulisan di baliho raksasa itu. Pesan itu berdampingan dengan foto wajah Rizieq Shihab.

Baca Juga: DCS KPU: Dapil I Tasikmalaya di Pemilu 2024 dari PKB, Gerindra, PDIP, Golkar, dan NasDem

Namun, Sekertaris Umum FPI, Buya Husein, menyatakan hingga saat ini FPI belum menentukan pilihan soal dukungannya terhadap salah satu capres.

"Belum," jawab Husein menjawab pertanyaan Suara.com melalui pesan Whatsapp, Minggu (20/8/2023).

Husein menyebutkan bahwa terdapat lima persyaratan yang harus dipenuhi oleh seorang calon presiden (capres) untuk mendapatkan dukungan dari Front Pembela Islam (FPI).

Kelima kriteria tersebut adalah memiliki keyakinan yang kuat, menjalani hidup dengan takwa dan moral yang baik, serta memiliki bukti nyata dalam perbuatannya. 

Selain itu, kepemimpinannya harus terbukti dan telah diuji, ia harus jujur, dapat dipercaya, memiliki semangat menyebarkan ajaran agama (tabligh), dan memiliki kecerdasan.

Tidak hanya itu, capres yang diharapkan mendapatkan dukungan dari FPI juga harus didukung oleh partai yang memiliki integritas.

Husein menyebutkan bahwa hingga saat ini, hanya Anies Baswedan yang memenuhi 3 dari 5 kriteria yang diberikan oleh FPI. 

Namun, Anies juga harus memilih cawapres dengan cermat dan melalui persetujuan dari Ijtima Ulama jika ingin mendapatkan dukungan FPI. Namun, belum ada kepastian mengenai kapan Ijtima Ulama akan diadakan.

Ketika ditanya mengenai kemungkinan dukungan FPI terhadap Prabowo Subianto, Husein menolak secara tegas. 

Menurutnya, Prabowo tidak memenuhi kelima kriteria yang diajukan oleh FPI. Husein juga membantah adanya kekecewaan dari FPI terkait keputusan Prabowo untuk bergabung dalam kabinet Presiden Joko Widodo. 

Ia menyatakan bahwa dukungan terhadap Prabowo dalam Pilpres 2019 didasarkan pada kesepakatan 16 poin yang dihasilkan dari Ijtima Ulama.

Husein menjelaskan bahwa Prabowo Subianto tidak memiliki rekam jejak yang memenuhi kriteria sebagai calon pemimpin yang baik. 

Namun, Husein menegaskan bahwa dalam prinsip umat Islam, ada panduan untuk "memilih pemimpin terbaik di antara yang buruk", jika memang tidak ada calon yang sepenuhnya memenuhi kriteria tersebut. (*)

Load More