SUARA TASIKMALAYA - Helatan pemilu 2024 tak akan lama lagi. Hingga saat ini ada tiga bakal calon presiden yang namanya kerap disebut-sebut dan jadi perbincangan media.
Dari deretan tiga nama itu, di antaranya adalah Prabowo Subianto, Anies Baswedan, dan Gajar Pranowo.
Mereka masing-masing sudah ditetapkan partai sebagai bakal calon presiden. Namun, selain ada kekuatan partai politik, yang harus diperhitungkan juga adalah tokoh masyarakat.
Hampir semua bakal calon presiden mendatangi tokoh masyarakat untuk meminta doa dan dukungan.
Nah terkait dukungan itu, ada satu tokoh yang pernah menggemparkan Jakarta dan Indonesia, serta dipenjara.
Tokoh tersebut disebut-sebut tidak akan memilih bakal calon presiden dari Gerindra, Prabowo Subianto.
Hal itu setidaknya terlihat dari baliho berukuran besar terpampang di kawasan Bogor, Jawa Barat.
Di baliho itu tampak foto Imam Besar Front Persaudaraan Islam (FPI) Habib Rizeq Shihab, yang belum terkonfirmasi kebenaran atas stetmen tersebut.
"Kami warga Bogor, 2024 satu komando IBHRS," demikian isi tulisan di baliho raksasa itu. Pesan itu berdampingan dengan foto wajah Rizieq Shihab.
Baca Juga: DCS KPU: Dapil I Tasikmalaya di Pemilu 2024 dari PKB, Gerindra, PDIP, Golkar, dan NasDem
Namun, Sekertaris Umum FPI, Buya Husein, menyatakan hingga saat ini FPI belum menentukan pilihan soal dukungannya terhadap salah satu capres.
"Belum," jawab Husein menjawab pertanyaan Suara.com melalui pesan Whatsapp, Minggu (20/8/2023).
Husein menyebutkan bahwa terdapat lima persyaratan yang harus dipenuhi oleh seorang calon presiden (capres) untuk mendapatkan dukungan dari Front Pembela Islam (FPI).
Kelima kriteria tersebut adalah memiliki keyakinan yang kuat, menjalani hidup dengan takwa dan moral yang baik, serta memiliki bukti nyata dalam perbuatannya.
Selain itu, kepemimpinannya harus terbukti dan telah diuji, ia harus jujur, dapat dipercaya, memiliki semangat menyebarkan ajaran agama (tabligh), dan memiliki kecerdasan.
Tidak hanya itu, capres yang diharapkan mendapatkan dukungan dari FPI juga harus didukung oleh partai yang memiliki integritas.
Berita Terkait
-
DCS KPU: Dapil I Tasikmalaya di Pemilu 2024 dari PKB, Gerindra, PDIP, Golkar, dan NasDem
-
Prabowo Makin Moncer, Manuver PDIP ke Anies Baswedan Bukan Kaleng-Kaleng
-
Budiman Sudjatmiko Buka Suara, 'Perintah' Megawati Jadi Alasan Dirinya Mendukung Prabowo Presiden 2024
-
MAKIN PANAS! Petinggi Gerindra Minta PDIP 'Ngaca' setelah Budiman Sujatmiko Lebih Kesemsem Prabowo daripada Ganjar Pranowo
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
- Lipstik Wardah yang Bagus Apa? Ini 4 Pilihan Paling Tahan Lama untuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
Terkini
-
Ulasan Moby Dick: Kisah Obsesi, Dendam, dan Perlawanan Manusia terhadap Alam
-
Pamer Tumpukan Uang, KPK Amankan Barang Bukti Rp9,06 Miliar dari OTT Bupati Lombok Barat
-
Burnout 2026 Siap Guncang Solo, Seringai hingga Lucky Draw 2 Motor Chopper
-
Rano Karno Perintahkan Semua Rusun di Jakarta Dipasangi ATM
-
Pramono Siapkan Obligasi Daerah Pertama di Indonesia, Danai LRT hingga Sekolah
-
Polri Tegaskan Penangkapan WN Palestina Abdul Karim Sudah Sesuai Prosedur
-
DPRD Kota Bogor Ajak PIM Bogor Raya Sinergi Atasi Stunting dan UMKM
-
Bukalapak Bangun Mesin Pertumbuhan Baru, Teknologi Gaming Jadi Senjata Ekspansi Global Lewat Joytify
-
Berapa Harga Jam Tangan Alexandre Christie Wanita Paling Murah? Cek 5 Rekomendasinya
-
Ditunjuk Prabowo Jadi Jampidsus, Kuntadi Langsung Ditarget Bereskan Kasus Febrie