Suara.com - Pusat Teknologi Sumber Daya Energi dan Industri Kimia Badan Pengkajian dan Penetapan Teknologi (PTSEIK BPPT) berhasil mengembangkan "green petroleum" yang 100 persen mampu menggantikan bahan bakar minyak (BBM) dari fosil.
"Green petroleum ini 80 hingga 100 persen bisa gantikan BBM, karena struktur kimianya mirip. Mirip loh ya, bukan sama," kata Direktur Pusat Teknologi Sumber Daya Energi dan Industri Kimia (PTSEIK) BPPT Adiarso kepada Antara di Jakarta, Rabu (20/4/2016).
Berbeda dengan biofuel yang fungsinya mensubtitusi, maka menurut Adiarso, green petroleum yang dikembangkan dengan biomassa dari limbah sawit ini akan mampu menggantikan bahan bakar fosil hingga 100 persen.
"Dari sisi fungsi memang berbeda, kalau biofuel yakni biodiesel atau bioethanol itu cuma bisa 20 persen kalau ini (green petroleum) bisa gantikan 100 persen," ujar dia.
Saat ini, ia mengatakan, pengembangan green petroleum masih dalam tahap laboratorium, dikerjakan bersama dengan Institut Teknologi Bandung dengan dukungan Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM). Paling tidak masih butuh waktu dua hingga tiga tahun untuk bisa sampai di tahap "pilot plant".
"Pengkajian hingga penerapan teknologi ini sejak awal hingga akhir bisa saja memakan waktu lima hingga 10 tahun. Dan untuk bisa membuat sebuah 'pilot plant' (green petroleum) minimal dibutuhkan dana Rp5 miliar," ujar dia.
Ia mengatakan pemanfaatan potensi biomassa harus segera diperluas sekarang juga, mengingat Indonesia sudah menjadi nett importir untuk minyak bumi dan segera menyusul gas. Sedangkan cadangan batubara diperkirakan hanya akan mampu memenuhi kebutuhan energi hingga 2030.
"Batubara hanya terasa 23 persen dan berkualitas rendah karena yang kualitas baik sudah diekspor semua. Maka di 2031, Indonesia sudah akan menjadi nett importir untuk semua energi jenis fosil," ujar dia.
Menurut dia, biomassa bisa menjadi pilihan tepat karena mampu berperan ganda. Selain memanfaatkan limbah yang selama ini terbuang sebagai sumber bahan bakar padat yang dapat dimanfaatkan untuk pembangkit listrik. Atau dimanfaatkan sebagai bahan bakar cair menggantikan BBM dan gas untuk menggantikan LPG.
Sumber bahan bakar berbasis sawit menjadi pilihan strategis karena, menurut dia, Indonesia merupakan penghasil crude palm oil (CPO) terbesar di dunia mencapai 32 juta ton per tahun, berikut dengan limbah cair (POME) maupun padat.
Sejauh ini, ia mengatakan inovasi teknologi bahan bakar berbasis sawit yang dilakukan oleh BPPT mencakup pure plant oil (PPO), biodiesel, green petroleum, dimethyl ether (DME), bioethanol, dan biogas.
Berita Terkait
-
Profil PT MMS, Perusahaan yang Dianggap Bandel di Industri Sawit
-
Harga CPO Anjlok Pertengahan Tahun 2026, Kemendag Ungkap Penyebabnya
-
India 'Buang Muka' dari Sawit Indonesia, Harga Referensi CPO Juni 2026 Terkoreksi 1,91 Persen
-
Harga Sawit Anjlok Usai Ekspor Satu Pintu, Petani Terdampak! Pemerintah Tegur 139 PKS
-
10 Raksasa Sawit Diduga Manipulasi Ekspor, Nama-nama Konglomerat Ini Diincar Kejagung?
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Beredar 24 Nama Terseret Kasus BGN, Kuasa Hukum Sony Sonjaya: Nama Itu Sudah Diserahkan ke Penyidik
Pilihan
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
Terkini
-
Higgs Games Island Gaet Lus Figo, Dorong Ekosistem Game Mobile Indonesia Naik Kelas ke Level Global
-
Dorong Transformasi Digital Korporasi Indonesia, XLSMART Luncurkan ESTA Ecosystem Berbasis AI dan 5G
-
Honor X7e Plus 5G Lolos Sertifikasi, Siap Meluncur ke Pasar Global
-
7 Kelebihan dan Kekurangan Huawei MatePad Mini: Pesaing iPad Mini Memori Lega
-
4 Simulasi Sebelumnya Akurat, EA Sports Prediksi La Furia Roja Juara Piala Dunia 2026
-
HP Tangguh Terbaru, Moto G Max Usung Kamera 200 MP dan Layar 5.000 Nits
-
Bali Jadi Tuan Rumah Pertemuan Tata Kelola Internet Internasional ICANN
-
Limbah Elektronik Makin Mengkhawatirkan, Acer Gerakkan 150 Changemaker dari Sekolah
-
Narkoba Kini Menyusup Lewat Platform Digital dan Vape, Menkomdigi Minta Orang Tua Waspada
-
HP Flagship Anyar, Honor Magic 9 Bakal Bawa Stylus dan Layar Mewah Compact