Suara.com - Pesawat penumpang bermesin jet buatan Cina, C919, menjalani serangkaian uji coba oleh para pakar, Selasa (18/4/2017), sebelum siap untuk diterbangkan perdana.
Pesawat tersebut menyelesaikan uji coba kedua dengan melaju berkecepatan tinggi di landasan pacu, yang dilakukan hanya dua hari setelah uji coba pertama. Pihak Commercial Aircraft Corp of China Ltd (Comac), perusahaan milik pemerintah yang membangun C919 di Shanghai, akan menentukan tanggal penerbangan perdana setelah uji coba kedua tersebut.
Pesawat-pesawat berbadan lebar lainnya, seperti Boeing B787 dan Airbus A350, diketahui mewajibkan uji coba melaju berkecepatan tinggi di landasan pacu setidaknya 10 kali. Sementara, sebanyak 25 pakar dari Akademi Ilmu Pengetahuan Cina, Akademi Teknik Cina, Lembaga Penerbangan Sipil Cina dan Comac, membahas persiapan penerbangan perdana C919 tersebut.
Seluruh anggota dewan pakar menyepakati bahwa C919 akan melalui serangkaian uji coba dan melaksanakan penerbangan perdana setelah menyelesaikan uji coba di landasan pacu. Hal itu menunjukkan bahwa penerbangan perdana tinggal selangkah lagi.
Wang Yanan dari majalah Aerospace Knowledge mengatakan bahwa uji coba di landasan pacu biasanya berkecapatan 230-260 kilometer per jam. Pada saat itu roda depan sedikit terangkat sebagai bagian dari simulasi terbang.
"Harus teliti menguji interval waktu di setiap kecepatan tinggi. Butuh waktu dua hingga tiga hari atau sepekan agar semuanya dalam kondisi baik dan tidak terjadi kegagalan teknis," kata Wang kepada media resmi milik pemerintah China.
C919 yang merupakan pesawat lorong tunggal berkapasitas 168 tempat duduk dan bermesin ganda, itu adalah pesawat komersial untuk penerbangan jarak menengah. Pesawat itu diharapkan mampu bersaing dengan Airbus A320 terbaru dan Boeing B373 generasi terbaru yang saat ini masih menguasai pasar. [Antara]
Berita Terkait
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
Terkini
-
15 HP Samsung Terbaru 2026, Mulai Rp1 Jutaan hingga Midrange
-
22 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 25 Mei 2026: Bocor Exchange UTOTS dan Klaim Koin Jutaan
-
39 Kode Redeem FF Terbaru 25 Mei 2026: Ada Spesial FFWS Berhadiah, MP40 Cobra Cuma-cuma
-
Paris Jadi Tuan Rumah Esports World Cup 2026
-
5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
-
Update Harga Samsung Galaxy S Series Terbaru, Mana Flagship Paling Worth It?
-
Terpopuler: Harga Flagship Xiaomi, 4 HP Terbaru Rp2 Jutaan Spek Kamera dan Baterai Mantap
-
Blackberry Comeback 2026, Bukan Sekedar HP Tapi Keamanan Siber Paling Dicari
-
5 Cara Download Video TikTok Tanpa Watermark dengan Mudah, Kualitas Tetap Bagus
-
Customer Data Management Jadi Kunci Dorong Performa Bisnis di Era Personalisasi Berbasis Data