Suara.com - Pengolahan bahasa berbasis kecerdasan buatan (AI) semakin berkembang akhir-akhir ini. Tak hanya memahami bahasa manusia, AI juga akan dimanfaatkan untuk memahami bahasa binatang.
Seperti yang coba dilakukan oleh startup asal Swedia Gavagai AB. Mereka mencoba mengumpulkan sebanyak-banyaknya data bahasa lumba-lumba untuk memecahkan kode obrolan mereka.
Secara teori, belajar memahami lumba-lumba tidak berbeda dengan pemahaman bahasa lainnya. Penelitian menunjukkan bahwa lumba-lumba berkomunikasi dalam cara yang sama sekali tidak berbeda dengan bahasa manusia. Mereka bahkan berhenti sebentar untuk saling berbicara.
Menguraikan percakapan antar lumba-lumba sama saja dengan meneliti hubungan suara dengan suara lainnya. Dengan cara ini, mereka berharap dapat membuat aplikasi yang berfungsi untuk memahami lumba-lumba.
Dalam paparan CEO Gavagai Lars Hamberg, penelitian mengenai lumba-lumba masih jauh dari kata selesai. Selain itu, ia menjelaskan bahwa penelitian ini merupakan satu dari sekian banyak dari upaya Gavagai untuk meneliti bahasa.
"Selama tujuh tahun terakhir, kami telah menghabiskan sekitar 9 juta dolar AS untuk menerapkan penelitian dalam memahami 45 bahasa yang berbeda," ujarnya.
Lumba-lumba memang dikenal sebagai mamalia cerdas. Sebelumnya, angkatan laut AS telah menggunakan lumba-lumba dalam menjalankan tugas-tugas militer, seperti mencari ranjau. [Digital Trends]
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan
-
Terungkap Penyebab Kematian Dokter PPDS di RSUD Tengku Rafian Siak
-
Profil Direktur PO ALS yang Jadi Tersangka Kasus Kecelakaan Bus Tewaskan 19 Orang
-
Pertamina Marine Solutions Resmi Jalin Kerjasama dengan Perusahaan China, Ini Rinciannya
-
Tak Cukup Alim, Cak Imin Minta Santri Melek Literasi Keuangan Agar Tak Terjebak Judol dan Pinjol
-
Berdayakan Puluhan Kelompok Usaha, Klaster Unggulan BRI Sukses Dongkrak Potensi Peternak