Suara.com - Kini ada terapi baru untuk mereka yang menderita autis, yakni terapi lumba-lumba. Salah satu hotel di Bali, Hotel Melka di kawasan Obyek Wisata Lovina, Kabupaten Buleleng, di provinsi Bali, menyediakan terapi berenang dengan lumba-lumba untuk anak-anak autis ini.
"Terapi memanfaatkan gelombang sonar dari lumba-lumba dipercayai dapat menyembuhkan autis jika rutin dilakukan," kata staf bagian pemasaran Hotel Melka, Putu Ardila di Lovina, Kamis (7/7/2016)
Ia mengatakan, pihak hotel melatih lumba-lumba jenis hidung botol atau bernama latin "tursiops aduncus" agar menjadi ramah bagi manusia dan dapat berenang bersama anak-anak.
Para pelatih lumba-lumba di Hotel Melka cukup piawai membuat satwa laut itu mampu melakukan beberapa atraksi dan terdapat lima ekor lumba-lumba di kolam berukuran besar berisikan air laut di hotel tersebut.
Lumba-lumba di Hotel Melka sering membantu pasien anak-anak yang mengalami sakit autis. Mereka berinteraksi bersama lumba-lumba selama 20 hingga 30 menit.
"Di sini ada tiga kolam lumba-lumba. Terapi kepada pasien dilakukan satu bulan. Mereka bisa saja berkali-kali datang setelah merasakan perubahan," ucap kordinator trainer asal Desa Tamblang Kecamatan Kubutambahan ini.
Ardila juga memaparkan, terapi autis dengan lumba-lumba atau Dolpin Assisted Therapy (DAT) dapat memberi efek perbaikan kinerja pikiran dan fungsi tubuh secara tidak langsung.
Otak anak penderita autis, kata dia, perlahan-lahan mengalami perubahan efektif karena gelombang sonar dapat menembus jaringan syaraf manusia.
"Terapi dilakukan dengan berenang di kolam sambil berinteraksi bersama lumba-lumba. Sonar lumba-lumba itulah yang dicari pasien," tuturnya. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
Terkini
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat
-
Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik
-
Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien
-
Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik
-
Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda
-
Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini
-
Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif
-
Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan
-
Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak